Yang Harus Di Perhatikan Saat Merakit Amplifier

Yang Harus Di Perhatikan Saat Merakit Amplifier

Yang Harus Di Perhatikan Saat Merakit Amplifier – Merakit power amplifier adalah kegiatan yang menantang. Tidak bisa dipungkiri hal ini di alami setipa perakit amplifier profesional atau pemula. Dapat dikatakan menantang karena rasa penasaran hasil akhir pada perakitan. Dari itu saya membagi tips merakit power ampli ala Jepang. Saya pernah membuka power ampli build up build up produksi Jepang dengan daya 300W. Ini akan sangat membantu, karena perakitan power ampli 300W ini simple dan mudah dipahami pemula yang belum paham semua dasar audio ampli.

Yang Harus Di Perhatikan Saat Merakit Amplifier

Berikut info merakit ampli yang baik dan benar versi build up.

Perencanaan Power Supply Dan Rakitan.

Pertama yang perlu di perhatikan yaitu perencanaan. Perencnaan berapa Watt dan anggaran, yang berpotensi terjadinya sebuah perangkat power amplifier. Daya yang di hasilkan power supply harus 2 kali lebih besar dari daya yang mau dirakit. Ini akan membuat kinerja penuh pada KIT power ampli. Ini berlaku jika rekan mau perakitan sesuai dengan harapan yang di mau. Karena itu perencanaan daya dan dana perlu di perhitungkan dengan benar. Ini akan mengacu kepada kebutuhan beban yang ingin di supply power ampli yang rekan mau buat.

Desain Box Dan Kit

Perlu diperhatikan box power perlu berkapasitas sesuai isi. Usahakan selonggar mungkin. Jika buatan pabrikan kemungkin box dan KIT sudah didesain dengan perhitungan yang sesuai letak dan fungsinya. Sedangkan rakitan, bisa saja KIT dan box lebih cocok, kecuali box nya beli lalu KIT nya desain sendiri atau box buatan sendiri KIT buat sendiri akan lebih tertata dengan fungsi dan tujuan.

Posisi Trafo Pada Bagian Power Supply

Bagian awal yang harus di perhatikan yaitu posisi power supply. Karena bagian power supply menjadi hal yang sangat penting. Saya pernah memperhatikan dalam power ampli build up posisi trafonya sangat penting. Setelah saya pahami posisi trafo konfensional, posisi dari diposisikan dengan lilitan berdiri.

Berbeda dengan yang kita lakukan. Kita sering memasang trafo dengan lilitan yang miring, karena trafo yang di pasaran dudukkan bautnya dibuat horisontal. Sedangkan power buatan pabrik posisi trafo dengan lilitan vertikal.

Yanga saya pelajari dari posisi trafo ini yaitu peletakan memang di jauhkan dan di lindungi ground tembaga dan posisinya jauh dari sirkuit rangkaian.

Peletakan di belakang pendingin dan terlindung ground. Kemungkinan saya memahami bahwa tujuan posisi trafo ini yaitu menjauhkan radiasi gelombang magnet yang di hasilkan trafo, supaya tidak mengganggu frekuensi input yang diproduksi power itu sendiri. Jika kita lihat trafo sudah terlindung plastik tebal tapi masih terlapisi tembaga yang fungsinya sebagai ground pelindung radiasi dari transformator.

Kesimpulanya yaitu saat kita hendak meletakan trafo lebih baik kita perhatikan tata letak yang kita buat.

Power supply yang harus di perhatikan yaitu trafo, Karena trafo sangat sensitif dengan kualitas audio yang di hasilkan power ampli. Bisa jadi itu ganguan radiasi atau gelombang ampere yang tidak setabil. Terkadang trafo yang tidak bagus kualitasnya menimbulkan dengung atau nois yang sangat mengganggu. Memilih trafo yang berkualitas perlu menjadi perhatikan. Jika asal akan menbulkan gangguan nois atau dengung.

Kabel Intalasi Rakitan

Bagi sebagian perakit pengkabelan memang tidak begitu berefek, tetapi ini tidak berlaku untuk high power ampli sekelas profesional.

Merakit power hanya berdaya kecil pengkabelan tidak begitu penting. Yang harus di perhatikan yaitu kabel input yang berkualitas dan penempatan yang kadang asal penempatan kabel meski berdaya kecil sekalipun. Untuk sekelas OCL pengkabelan dianggap dapat toleransi meski kabel yang di pakai power supply hanya berukuraan tiga rambut. Hasil akhirnya tidak maksimalnya aliran daya yang di dorong power supply. Ground juga tidak maksimal membuat kualitas audio menurun dengan gangguan.

Sekelas ampli berdaya tinggi perlu pengkabelan seminimal dan semaksimal mungkin. Membuat tidak ada kabel yang tidak sesuai daya yang di aliri pada kabel. Kualitas Watt yang dihasilkan tidak akan maksimal atau dayanya terhambat karena kabel yang tidak sesuai.

Hal ini untuk mengatasi hal yang terjadi ketika di pakai di lapangan yang pemakaiannya dalam waktu yang lama. Pemakaian kabel yang berkualitas tahan dengan panas memang sangat berefek dengan keamanan di lapangan. Bila sedang di pakai, kabel yang tidak tahan panas mungkin saja ada yang meleleh sehingga konslet.

Pemakaian kabel tembaga atau alumunium berpengaruh dengan aliran arus. Lebih baik memakai tembaga serabut besar. Tetapi saya heran sekelas buid up buatan jepang, masih memakai kabel jenis titanium. Meski begitu menurut saya lebih baik memakai kabel berbahan tembaga yang sesuai dengan daya yang akan di hantarkan berapa besar.

Selain tahan panas tembaga juga sebagai penghantar listrik yang baik di antara bahan yang lainya. Itulah kenapa PCB memakai tembaga sebagai bahan konduktor penghantar sampai sekarang.

Untuk kabel input usahakn sependek mungkin atau mungkin lebih baiknya tidak memakai kabel. Misal soket input solder langsung ke PCB. Jika perlu memakai kabel usahakan seminim mungkin dan terlindung ground.

Tata Letak Yang

Perhatikan tata letak rakitan power buatan pabrik. Bentuk tatanan letaknya rapi. Selain enak di lihat, ada maksud dan tujuanya.

Maksud dan tujuanya untuk memposisikan rakitan dengan tata letak fungsi panel panel. Sperti: input dan output speaker, tone control (jika ada), potensio yang akan di letakan di luar box. Kepentingan lain yakni menjaga kualitas produksi yang dihasilkan. Gangguan frekuensi liar akan terkurangi jika tata letak baik dan benar.

Instalasi Ground

Menurut beberapa perakit ampli ground dengan box power ampli grund perlu di perbanyak dengan box. Sebaliknya saya pernah memperhatikan power build up, grounding dengan box hanya di salurkan dalam 1 sampai 2 kabel yang menghubungkan nol (ground) dan box. Soket input yang terhubung dengan ground juga tidak terhubung dengan box sama sekali. Kita sering meletakan soket input ground menempel langsung ke box, sedangkan box besi terhubung langsung dengan ground tadi.

Jangan mengambil ground untuk box yang dekat dengan power supply. Jika mau mengambil ground untuk box, saya sarankan ambil rakitan atau setelahnya. Jangan ambil dari power supply (trafo) langsung.

Tone Control

Jika mau merakit power ampli memakai tone control dalam satu box, buatkan power supply sendiri. Ini berlaku bila kualitas trafo yang rekan pakai tidak bagus. Jika trafo rekan berkualitas tidak jadi masalah. Ini berhubung dengan sensitifitas tone control dengan frekuensi liar.

Itu saja tentang Hal Yang Perlu Di Perhatikan Sebelum Merakit Amplifier, sekian dan terimaksih.

Check Also

Fungsi Output 100v Pada Amplifier TOA

Fungsi Output 100v Pada Amplifier TOA

Fungsi Output 100v Pada Amplifier TOA – Output amplifier TOA ada fitur 100V. Apakah kegunaan …