PSSI bergerak cepat dalam perburuan nakhoda baru untuk Tim Nasional Indonesia. Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji, mengumumkan bahwa dua anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah bertolak menuju Eropa pada Rabu malam, 26 November 2025. Keberangkatan ini bertujuan untuk melakukan pertemuan penting dengan sejumlah calon pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, dilaporkan telah berangkat lebih dahulu pada Selasa, memulai misi pencarian yang krusial ini.
“Saya informasikan bahwa berkaitan dengan soal keberangkatan malam hari, nanti ada dua teman Exco yang berangkat lebih dulu,” ujar Sumardji kepada awak media, di sela mendampingi latihan Timnas U-23 Indonesia di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada tanggal yang sama. Kedua anggota Exco tersebut akan berkolaborasi dengan Zwiers untuk mengadakan serangkaian wawancara dengan para kandidat pelatih Tim Garuda.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, proses interview dengan para calon pelatih ini akan berlangsung intensif dalam beberapa minggu ke depan. Meski demikian, Sumardji memilih untuk tidak merinci negara mana saja di Eropa yang akan menjadi tujuan rombongan PSSI, maupun detail mengenai rencana pertemuan tersebut. “Wah, itu teknis. Yang mengatur itu semua Direktur Teknik,” jelasnya, menyoroti bahwa Zwiers adalah penanggung jawab utama dalam aspek teknis pencarian ini.
Menurut Sumardji, peran anggota Exco adalah mengikuti arahan Zwiers dalam menjajaki para pelatih potensial di setiap negara yang dikunjungi. Informasi terkini dari PSSI menyebutkan bahwa mereka sedang mendalami lima nama calon pelatih. Namun, identitas para kandidat tersebut masih dirahasiakan. “Saya tidak sampaikan karena memang belum saatnya itu disampaikan,” pungkas Sumardji saat ditanya lebih lanjut mengenai daftar nama tersebut.
Dalam persiapan menghadapi wawancara, PSSI telah menyusun daftar pertanyaan komprehensif. Materi pertanyaan ini mencakup kesiapan pelatih dalam menangani Tim Garuda serta syarat kerja sama, termasuk pentingnya merekrut asisten pelatih lokal. Penekanan pada asisten pelatih lokal ini muncul sebagai pelajaran berharga dari pengalaman pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert, yang tidak memiliki asisten dari dalam negeri. “Jadi kami sudah punya daftar pertanyaan yang akan kami tanyakan komitmen antara pelatih Timnas senior dengan federasi. Kami sudah punya list panjang sekali, terkait dengan komitmen dan lainnya. Saya tidak akan sampaikan,” tambah Sumardji.
Kursi pelatih Timnas Indonesia senior memang telah kosong sejak PSSI resmi memecat Patrick Kluivert pada 16 Oktober lalu. Keputusan berat tersebut diambil menyusul kepastian Tim Garuda tersingkir dari babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kegagalan ini didapat setelah serangkaian kekalahan telak melawan Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat kualifikasi tersebut, menandai berakhirnya era Kluivert dan dimulainya babak baru dalam pencarian pemimpin strategi Timnas Indonesia.
Ringkasan
PSSI bergerak cepat mencari pelatih baru untuk Tim Nasional Indonesia. Dua anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah bertolak ke Eropa pada 26 November 2025 untuk bertemu calon pelatih, menyusul Direktur Teknik Alexander Zwiers yang sudah berangkat lebih dulu. Rombongan ini akan melakukan wawancara intensif dengan lima nama kandidat yang identitasnya masih dirahasiakan.
Proses wawancara mencakup pertanyaan komprehensif terkait komitmen pelatih dan syarat kerja sama, termasuk pentingnya merekrut asisten pelatih lokal. Posisi pelatih Timnas senior kosong sejak Patrick Kluivert dipecat pada 16 Oktober 2025, setelah kegagalan Tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
