Solderpanas – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya untuk memprioritaskan percepatan penanganan darurat bencana di Pulau Sumatera. Tiga provinsi utama yang menjadi fokus perhatian Pemerintah Pusat saat ini adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Suharyanto menekankan pentingnya memaksimalkan seluruh upaya penanganan, terutama mengingat kondisi cuaca di wilayah terdampak yang mulai membaik. Dalam keterangannya pada Minggu (30/11), ia merinci tiga prioritas utama: “operasi pencarian dan penyelamatan korban hilang, pemulihan akses komunikasi, dan pendistribusian logistik kepada warga terdampak.”
Untuk Sumatera Utara, operasi pencarian dan pertolongan difokuskan di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Di Sibolga, tiga orang masih dalam proses pencarian, sementara di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, beberapa warga juga dilaporkan belum ditemukan. Kepala BNPB menginstruksikan agar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) diupayakan berjalan 24 jam non-stop, dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, dan para relawan.
Bersamaan dengan operasi SAR, pendistribusian logistik juga menjadi prioritas, terutama untuk menjangkau wilayah terisolir seperti di Tapanuli Tengah. Untuk mempercepat penyaluran bantuan, BNPB menyiagakan satu helikopter MI-17 dan dua helikopter lainnya. Armada udara ini akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan logistik berupa peralatan dan permakanan ke lokasi-lokasi terpencil yang sulit dijangkau.
Akses darat menuju Sibolga dari Tarutung saat ini masih terputus akibat beberapa titik jalan yang tertimbun material longsor. Sebagai solusi, percepatan pendistribusian bantuan logistik ke Sibolga akan dikoordinasikan melalui jalur laut, memanfaatkan Pelabuhan Jago-jago dengan pengerahan kapal dari TNI Angkatan Laut. Selain itu, guna pemulihan akses komunikasi, BNPB telah mendistribusikan unit-unit Starlink ke sejumlah kabupaten/kota terdampak, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan.
Pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi dampak masif bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Sejak Kamis (27/11), tim BNPB yang dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jarwansyah, telah tiba di “Bumi Serambi Mekah” untuk mengkoordinasikan upaya penanganan darurat secara langsung.
Berdasarkan laporan tim BNPB Aceh, akses darat di lima kabupaten—Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya—sudah kembali dapat diakses sejak Jumat (28/11) malam. Dengan pulihnya akses ini, distribusi logistik berupa permakanan, sembako, dan kain sarung dapat segera dilaksanakan dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun, untuk wilayah yang masih belum dapat dijangkau melalui jalur darat, seperti di Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur, BNPB mengerahkan satu pesawat carravan dan enam helikopter (terdiri dari tiga helikopter TNI AD, AU, dan AL, serta tiga helikopter BNPB) untuk distribusi logistik melalui jalur udara. Selain armada udara, BNPB juga menyiagakan kapal cepat untuk pengangkutan logistik, khususnya di wilayah Lhokseumawe.
Pemerintah terus mengupayakan pemulihan komunikasi yang terganggu akibat banjir dan longsor di Aceh dengan mengalokasikan 28 unit Starlink dan 33 unit genset. Secara paralel, pembukaan empat dapur umum tengah dikoordinasikan bersama Kemensos, sementara penanganan kelangkaan BBM juga diatasi berkolaborasi dengan Pertamina, demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah situasi darurat ini.
