Isak tangis keluarga iringi pemakaman Epy Kusnandar

Jenazah aktor senior Epy Kusnandar akhirnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Desember. Sebelumnya, jenazah almarhum disemayamkan terlebih dahulu di kediamannya yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Advertisements

Iringan mobil jenazah tiba di area TPU Jeruk Purut tepat pukul 08.08 WIB. Suasana duka begitu terasa, terutama dari sang istri tercinta, Karina Ranau, yang tampak sangat terpukul dan lemas. Ia terus memeluk erat foto mendiang suaminya, seolah tak ingin melepaskan kenangan terakhir bersamanya.

Di sisi lain, putra semata wayang Epy Kusnandar, Quentin Stanislavski, terlihat berusaha tegar mendampingi sang ibunda yang sedang dilanda kesedihan mendalam. Ia menjadi sandaran bagi Karina dalam menghadapi momen yang pilu tersebut.

Prosesi pemakaman sempat tertunda beberapa saat, menunggu kedatangan putra Epy lainnya, Damar, yang masih dalam perjalanan. Setelah seluruh keluarga inti berkumpul, upacara pemakaman dibuka dengan sambutan haru dari perwakilan keluarga dan orang-orang terdekat almarhum, mengantar Epy Kusnandar ke tempat peristirahatan abadinya.

Advertisements

Dalam kesempatan tersebut, Karina Ranau menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang selama ini telah mencintai dan mendukung mendiang suaminya. Dengan suara bergetar menahan tangis, ia juga memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan Epy, baik dalam perbuatan maupun perkataan, sepanjang hidupnya.

“Saya sebagai mewakili keluarga, sebagai istri yang telah menemaninya selama 22 tahun, mohon maaf kepada semua yang mengenal suami saya, yang mengenal Papi kami, jika selama hidupnya ia punya salah, punya kata-kata atau lisan, atau sikap yang kurang berkenan,” ucap Karina, penuh haru.

Ia melanjutkan permohonannya, “Mohon dimaafkan, dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya, agar perjalanan beliau ke surga-Nya Allah diberikan kelancaran. Amin.” Doa tulus ini mengalir deras dari hati sang istri, berharap yang terbaik bagi almarhum suami tercinta.

Setelah Karina, giliran sutradara serial populer “Preman Pensiun”, Aris Nugraha, yang memberikan sambutan. Aris mengenang Epy sebagai sosok yang berdedikasi dan mengungkapkan bahwa ia dan Epy sebetulnya sedang dalam tahap perencanaan produksi untuk “Preman Pensiun 11”, menunjukkan kedekatan profesional mereka yang erat.

Meskipun berat, Aris akhirnya mengikhlaskan kepergian Epy. “Namun saya ikhlaskan jalan Epy menuju surga,” ujarnya, menampakkan ketegaran di tengah kesedihan.

Momen paling menyentuh datang dari Quentin, putra Epy. Ia sempat memberikan pesan terakhir yang singkat namun penuh makna. Dengan hati hancur, Quentin menyayangkan bahwa sang ayah tak akan sempat menyaksikan dirinya masuk Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Enggak lihat aku masuk IKJ dong Pi… surga ya Pi…,” lirih Quentin, yang kala itu tak kuasa lagi menahan derasnya air mata, menggambarkan kerinduan dan impian yang tak sempat terwujud bersama sang ayah.

Kemudian, jenazah Epy Kusnandar diturunkan perlahan ke liang lahat. Suasana hening menyelimuti, hanya dipecahkan oleh suara azan dan iqomah yang dikumandangkan oleh Quentin. Setelah Quentin naik dari liang lahat, gundukan tanah perlahan mulai menutupi pusara Epy, menyatukannya dengan bumi.

Lantunan surat Yasin menggema, mengiringi prosesi pemakaman yang syahdu. Tangis Karina kembali pecah tak tertahankan, melihat liang lahat sang suami yang kini telah tertutup tanah, menandakan perpisahan yang abadi.

Selepas liang lahat tertutup sempurna, para pelayat dipersilakan untuk menaburkan bunga, sebagai tanda penghormatan terakhir. Kembali, tangis Karina Ranau pecah, menumpahkan segala kepiluan dan kehampaan yang mendalam atas kepergian suami tercintanya.

I love you Pi. Sampai ketemu lagi. Jangan berubah ya,” ujarnya penuh harap dan rindu, seolah berbicara kepada sosok yang masih ada di sisinya.

Dalam isaknya yang semakin keras, Karina menambahkan, “Kalau kamu pergi siapa yang dengerin aku Pi. Kamu pendengar aku yang terbaik,” mengungkapkan betapa besar peran Epy sebagai tempatnya berbagi cerita dan keluh kesah.

Melihat kondisi Karina yang semakin larut dalam kesedihan, pihak keluarga memutuskan untuk menenangkannya. Karina kemudian digendong menjauh dari area pemakaman menuju tempat yang lebih kondusif agar dapat beristirahat.

Prosesi pemakaman Epy Kusnandar ini turut dihadiri oleh rekan-rekan seperjuangan Epy dari serial “Preman Pensiun”. Mereka tampak tegar, memberikan dukungan dan mengantar kepergian Epy Kusnandar ke peristirahatan terakhirnya, mengenang sosoknya yang akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar “Preman Pensiun”.

Ringkasan

Aktor senior Epy Kusnandar dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Desember, setelah disemayamkan di kediamannya di Jagakarsa. Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman, terutama dari sang istri, Karina Ranau, yang tampak terpukul dan memeluk erat foto mendiang, didampingi putranya, Quentin Stanislavski. Prosesi sempat tertunda menunggu kedatangan putra lainnya, Damar, sebelum upacara dibuka dengan sambutan haru dari keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Karina Ranau menyampaikan terima kasih dan memohon maaf atas segala khilaf mendiang suaminya, diikuti oleh sutradara Aris Nugraha yang mengenang Epy sebagai sosok berdedikasi. Putra Epy, Quentin, menyampaikan pesan terakhir yang menyentuh, menyayangkan ayahnya tidak dapat menyaksikan ia masuk IKJ. Setelah jenazah diturunkan ke liang lahat dengan azan dikumandangkan oleh Quentin, tangis Karina kembali pecah saat menabur bunga dan mengungkapkan rasa rindu yang mendalam. Rekan-rekan Epy dari serial “Preman Pensiun” turut hadir mengantar kepergiannya.

Advertisements