Serba-serbi isu pejabat cari panggung di tengah bencana Sumatera

SEJUMLAH pejabat negara hingga politikus menjadi sorotan publik di tengah proses penanggulangan bencana Sumatera yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka dinilai memanfaatkan situasi untuk mencari perhatian hingga memperbaiki citra di mata publik.

Advertisements

Beberapa di antara mereka yang menarik perhatian ialah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, hingga anggota DPR Verrel Bramasta. Lewat video yang diunggah di YouTube PAN TV dan Instagram @zul.hasan, Zulhas terlihat memanggul sekarung beras sembari berjalan dan sesekali menyapa masyarakat.

Tak hanya itu, Zulhas yang mengenakan kemeja saku berwana putih, celana bahan hitam, dan sepatu boots berwana oranye itu juga terlihat turut mengambil sekop dan membersihkan lumpur di salah satu rumah yang terkena banjir. Aksi serupa juga turut dilakukan anaknya, Zita Anjani.

Sementara itu, politikus Partai Amanat Nasional, Verrell Bramasta viral lantaran memakai rompi yang disebut-sebut antipeluru saat meninjau lokasi yang terkena dampak bencana ekologis banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat pada Ahad, 30 November 2025.

Advertisements

Video Zulhas Memanggul Sekarung Beras Dibanjiri Kritik

Unggahan Zulhas saat berkunjung ke lokasi terdampak bencana di Koto Panjang Ikur Koto, Koto Tangah, Padang, pada Ahad, 30 November 2025, dibanjiri kritik. Tak sedikit warganet yang menilai video tersebut hanya sebagai pencitraan semata. Hingga pagi hari ini pukul 08.00 WIB terpantau postingan di akun Instagram @zul.hasan itu telah mendapat 72 ribu likes dan 85 ribu komentar, dan dibagikan ulang oleh seribuan netizen.

“Beras sekecil itu aja sok-sokan ditaro di pundak, padahal dipegang satu tangan juga bisa, Pak. Akting banget asli,” komentar @uthy*** di unggahan tersebut.

“Kalo mau bantu ya emang tugas bapak membantu. Tapi enggak perlu di instagram juga pak. Kalo bantu itu dari hati bukan untuk dipertontonkan. Masa bapak sekelas menteri nga bisa ngerti sama hal sesimple ini?” tulis pengguna @rishibharwaniofficial.

Para Pejabat Diduga ke Lokasi Bencana untuk Kondangan Pernikahan

Di saat bersamaan, mencuat dugaan kedatangan Zulkifli, Verrell, dan sejumlah kader PAN lain ke lokasi banjir hanya kebetulan, sementara tujuan utama mereka adalah menghadiri hajatan pernikahan putri dari Arisal Aziz, anggota DPR dari PAN, yang sama-sama digelar di Padang. Dalam foto yang beredar, tampak Zulkifli Hasan, Verrel Bramasta, dan kader PAN lain seperti Eko Hendro Purnomo (anggota DPR komisi VI), dan Surya Utama (anggota DPR komisi IX ) berfoto bersama mempelai pengantin.

Ahmad Yohan, Wakil Ketua Komisi IV DPR, yang membidangi soal lingkungan dari Fraksi PAN membenarkan bahwa pada saat itu Zulhas, Verrel dan kader PAN menghadiri hajatan pernikahan putri Arizal Aziz. Namun ia menolak kunjungan kader PAN ke lokasi banjir disebut pencitraan. Ia mengatakan meski tidak ada agenda undangan pernikahan, para politisi dari PAN akan tetap memantau langsung lokasi banjir. “Kami ingin melihat musibah, ya kebetulan ada pernikahan. Sekalian,” kata dia saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 4 Desember 2025.

Verrell Bantah Tudingan Pakai Rompi Antipeluru

Verrell membantah tudingan ia mengenakan rompi antipeluru saat meninjau lokasi banjir. Menurut dia, baju luar yang ia kenakan itu adalah rompi taktis. “Rompi taktis umum dipakai di kegiatan lapangan,” kata Verrell dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Kamis, 4 Desember 2025.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan rompi taktis tidak dilengkapi dengan pelat balistik. Verrell berujar rompi itu hanya berfungsi untuk membawa berbagai perlengkapan. “Karena itu, perlu membawa perlengkapan secara praktis agar bisa cepat membantu warga dan tim di lapangan,” katanya.

Rhenald Kasali Minta Pejabat Berhenti Cari Perhatian

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia sekaligus Pendiri Rumah Perubahan Rhenald Kasali turut mengomentari video tersebut lewat postingannya di akun Instagramnya berjudul Pencitraan Pejabat dan Topeng Pahlawan di Tengah Duka Sumatera. “Di tengah duka bencana di Sumatera, para pejabat turun gunung dan mengulurkan tangan untuk memberi bantuan dan harapan,” seperti dikutip dari akun @rhenald.kasali pada Selasa, 2 Desember 2025.

Ia menyangsikan kepedulian para pejabat yang bergantian datang dan membantu masyarakat di lokasi terdampak bencana benar-benar riil. Ia pun meminta para pejabat dan politikus berhenti memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. “Jangan sembunyikan apa pun,” kata Rhenald.

Kata Pengamat Komunikasi dan Politik

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyorot ulah sejumlah politikus dan pejabat pemerintah yang terkesan mencari panggung di tengah bencana banjir dan longsor di Sumatera. Ia mengatakan banyak politikus dan pejabat pemerintah yang acap kali menjadikan bencana sebagai panggung mengerek popularitas mereka karena tiadanya empati dan kesadaran posisi.

“Mereka sering lupa jika apa yang dialami masyarakat adalah imbas dari kerja mereka yang buruk,” kata Dedi, pada Rabu, 3 Desember 2025. Ia menilai, para elite terkesan membawa ekspresi peduli kepada masyarakat ketika membagikan bantuan kepada korban bencana. Padahal di balik itu, mereka juga berkeinginan mengerek popularitasnya maupun kelompoknya.

Hendrik Yaputra dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Advertisements