
POLRES Jakarta Pusat telah memeriksa pemilik gedung yang disewa oleh PT Terra Drone Indonesia berinisial N. Pemeriksaan berlangsung pada Sabtu, 14 Desember 2025 lalu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra menyatakan N telah menjawab seluruh pertanyaan penyidik. “Dia datang sebelum jadwal pemanggilan,” kata Roby pada Rabu, 17 Desember 2025.
Roby mengatakan N mengakui soal ketiadaan jalur evakuasi di gedung miliknya tersebut. “Memang benar begitu keadaannya (tanpa jalur darurat),” ujar Roby dalam keterangannya kepada wartawan.
Menurut keterangan N, pihaknya selaku pemilik sebetulnya tidak memiliki tanggung jawab atas perawatan gedung. Kewajiban untuk merawat gedung ada di tangan PT Terra Drone Indonesia selaku pihak penyewa.
Kepolisian hingga saat ini masih terus mendalami dugaan adanya kelalaian dari N selaku pemilik gedung tersebut. “Unsur kelalaian belum temukan, jadi masih kita dalami,” kata Roby.
Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, aspek keselamatan di gedung tersebut jauh dari kata layak. Bangunan tersebut tidak memiliki jalur evakuasi, pintu darurat, sensor asap, alarm kebakaran, hingga sistem proteksi kebakaran.
Selain itu, seluruh gedung juga diketahui tertutup dengan kaca namun tidak dilengkapi dengan alat pemecah kaca. “Banyak korban kami temukan di pinggiran kaca itu, kemungkinan coba memecahkan kaca dengan tangan (untuk menyelamatkan diri),” tutur Susatyo.
Menurut Susatyo, mayoritas korban tewas bukan akibat terbakar, namun karena terjebak di dalam gedung. “Umumnya meninggal itu bukan karena luka bakar langsung, tetapi akibat tidak bisa segera menyelamatkan diri,” ucap Susatyo.
Kepolisian diketahui telah menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia Michael Wishnu Wardana sebagai tersangka dalam kasus kebakaran gedung. “Ada kelalaian,” ujar Susatyo kepada wartawan.
Kebakaran di gedung Terra Drone mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 22 orang. Mereka terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Jenazah itu telah diidentifikasi oleh dokter forensik di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pilihan Editor: Setelah Dirut Terra Drone Indonesia Tersangka
