Kata-kata terakhir Ozzy Osbourne sebelum meninggal

SHARON Osbourne membuka luka dan kenangan pribadinya tentang saat-saat terakhir bersama mendiang suaminya, Ozzy Osbourne. Dalam percakapan dengan Piers Morgan Uncensored, Sharon berbagi tentang kata-kata terakhir Ozzy, panggung perpisahan, serta bagaimana ia menghadapi detik-detik terakhir kehidupan suaminya.

Advertisements

Pilihan Editor: Jejak Ozzy Osbourne dan Sharon: Kisah Cinta yang Naik Turun

Ungkapan Terakhir Sang Ikon Heavy Metal

Dilansir dari laporan People, dalam acara yang dibawakan oleh Piers Morgan yang rilis pada Rabu, 10 Desember 2025, Sharon Osbourne dengan suara bergetar mengenang detik-detik terakhir kehidupan Ozzy Osbourne pada Juli lalu karena serangan jantung. Menurut Sharon, sekitar pukul 4.30 pagi, Ozzy membangunkannya dari tidur setelah beberapa kali bolak-balik ke kamar mandi.

Advertisements

“Ia berkata, ‘Bangun’,” kenang Sharon. Kemudian ia menjawab, “Aku sudah bangun, kau yang membangunkanku.” Pada momen itu lah Ozzy mengucapkan dua frasa sederhana namun penuh kasih: “Cium aku.” dan kemudian “Peluk aku erat-erat.” yang ternyata menjadi kata-kata terakhir yang diucapkannya kepada Sharon.

Sharon mengaku menyesal karena tidak mengatakan “aku mencintaimu” lebih sering atau memeluknya lebih erat pada kesempatan terakhir itu. Kata-kata terakhir tersebut kini menjadi cerita yang sangat pribadi dan menyentuh bagi keluarga Osbourne.

Setelah percakapan itu, Ozzy turun ke ruang olahraga rumah mereka untuk berolahraga seperti biasa, sebuah kebiasaan yang ia lakukan setelah mengalami masalah kesehatan. Tak lama setelahnya Sharon menemukan tubuh Ozzy di sana bersama beberapa orang yang berusaha menyelamatkannya.

“Mereka mencoba untuk menyadarkannya kembali, dan saya berkata, ‘Jangan, tinggalkan saja dia. Tinggalkan dia. Kalian tidak bisa. Dia sudah tiada”, ucap Sharon mengenang detik kematian suaminya, dikutip dari E! News.

Panggung Metal Terakhir dan Memoar “Last Rites”

Menurut laporan People, Ozzy Osbourne, yang meninggal pada usia 76 tahun, memang merencanakan dan menjalani konser perpisahan bersama Black Sabbath pada 5 Juli 2025. Konser bertajuk Back to the Beginning itu berjarak hanya sekitar dua minggu sebelum kematiannya. Sharon mengatakan meski dokter memperingatkan panggung itu bisa membahayakan hidupnya, Ozzy tetap teguh dan bertekad melakukan pertunjukan itu sebagai penghormatan kepada penggemar. Ozzy juga terlihat lebih bahagia daripada yang pernah dilihat Sharon selama bertahun-tahun. Sharon bahkan menggambarkannya sebagai seperti “matahari”, seolah ia tahu bahwa itu adalah waktu perpisahan yang sebenarnya.

Dalam memoar Ozzy yang diterbitkan pasca kematian, Last Rites, sang legenda mengungkapkan pemikirannya tentang kematian dan hubungannya dengan Sharon, perempuan yang membersamainya selama lebih dari 4 dekade. Ozzy menulis bahwa ia dan Sharon pernah berbicara tentang keinginan untuk dimakamkan bersama, serta rasa takutnya terhadap kemungkinan kehilangan sang istri terlebih dahulu. Kejujuran dan kedalaman perasaan ini menghadirkan sisi lain dari sosok Ozzy yang selama ini dikenal publik sebagai rocker liar dan kontroversial, sebuah sisi yang lebih manusiawi, rapuh, hangat dan mencintai.

Dalam wawancara tersebut Sharon turut mengenang bagaimana Ozzy dalam beberapa hari terakhirnya sering bermimpi bertemu orang-orang yang tidak dikenalnya, berjalan terus di tengah kerumunan tanpa percakapan, firasat yang menurut Sharon menunjukkan bahwa suaminya sudah merasa “siap” untuk meninggalkan dunia ini. “Dia tahu. Dia sudah siap,” katanya, dikutip dari People.

IKFINA RAHMAH AULA

Pilihan Editor: Mengenang Ozzy Osbourne: Konser Black Sabbath dan Kelly Dilamar Sid Wilson

Advertisements