Malam tahun baru di Candi Prambanan tanpa kembang api

MOMEN pergantian tahun baru di Candi Prambanan, Yogyakarta, kali ini tidak akan dimeriahkan dengan pesta kembang api. Padahal tahun sebelumnya tempat wisata ini sempat tercatat sebagai salah satu destinasi pesta kembang api terbaik di dunia. Namun pengelola candi tersebut mengganti perayaan kembang api dengan doa bersama dan penggalanan dana kemanusiaan, sebagai bentuk empati terhadap bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Advertisements

Rangkaian acara doa dan donasi termasuk dalam gelaran event Swara Prambanan pada 31 Desember 2025 mendatang.

“Fokus perayaan kali ini dialihkan pendekatan yang lebih kontemplatif, diisi dengan penyalaan lilin, doa bersama, penggalangan dana korban bencana,” kata pengelola Candi Prambanan sekaligus Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur Richard, Senin 22 Desember 2025.

Gistang menuturkan, konsep penyelenggaraan Swara Prambanan sebagai event tahunan yang masuk tahun ketiga ini, mengedepankan nilai kemanusiaan di tengah suasana duka korban bencana.

Advertisements

Donasi yang dikumpulkan akan disalurkan langsung kepada korban bencana dalam bentuk uang tunai, sembako, obat-obatan, hingga instalasi air bersih.

“Kami menggandeng beberapa lembaga uutuk penyaluran donasi itu,” kata dia.

Dengan konsep event Swara Prambanan yang jauh dari ingar bingar dan lebih kontemplatif, pengunjung tidak hanya diajak menikmati Candi Prambanan sebagai situs sejarah yang indah, melainkan sebagai rumah yang hangat untuk menutup tahun dengan sukacita dan makna yang mendalam.

“Ini sejalan juga dengan prinsip pariwisata berkualitas yang peduli pada aspek sosial,” kata dia.

Gistang menargetkan pertumbuhan wisatawan di sekitar kawasan Prambahan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebesar 10–11 persen atau sekitar 160–170 ribu. Dengan total estimasi mencapai 340.875 orang jika diakumulasikan dengan destinasi wisata lainnya seperti Candi Borobudur dan Ratu Boko.

Adapun Faqih Mulyawan selaku panitia Swara Prambanan mengungkapkan rangkaian acara di Prambanan itu juga dirancang untuk menjadi ruang kebersamaan keluarga yang inklusif sekaligus suara empati bagi bangsa.

Beberapa musisi turut terlibat dalam event itu, mulai dari Padi Reborn, Denny Cak Nan, Bilal Indrajaya, For Revenge, hingga Tenxy dan Naykilla. “Acara konser dimulai sejak siang,” kata dia.

Selain konser musik, wisatawan juga dapat menikmati Program Dolanria Prambanan yang berlangsung pada 25–31 Desember.

Kegiatan ini mencakup Pasar Medang di Lapangan Sentono yang melibatkan 50 UMKM lokal, area Mini Zoo, permainan tradisional, hingga sesi dongeng inspiratif dari Balai Pustaka untuk memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak.

Kekayaan budaya dalam Swara Prambanan tahun ini semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku budaya lokal, salah satunya Adi Jayantaka selaku founder Ramenjawi.

Adi menambahkan pihaknya juga menghadirkan program Piknik Seru. Program ini merupakan paket perjalanan budaya berdurasi lima jam. Wisatawan akan diajak berkeliling spot-spot ikonik Prambanan dengan konsep gaya hidup era 80-an yang dikemas modern untuk generasi milenial dan Gen Z.

Program ini menonjolkan pengalaman gastronomi di mana setiap hidangan tradisional yang disajikan dilengkapi dengan cerita atau storytelling mengenai makna budaya di baliknya.

“Sehingga pengunjung tidak hanya sekadar makan tetapi juga memahami esensi sejarah relief Prambanan melalui rasa,” kata dia.

Pilihan editor : Momen Khusyuk Prosesi Abhiseka 1.169 Tahun Candi Prambanan

Advertisements