
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prediksi cuaca terbaru untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pada Rabu, 19 November 2025, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur kawasan ini mulai pagi hingga sore hari. Sebagian wilayah Jabodetabek bahkan berpotensi mengalami hujan yang disertai petir dan angin kencang, menambah kewaspadaan bagi warga.
Merujuk laporan prediksi cuaca 24 jam terakhir dari BMKG, dini hari tadi sebagian besar wilayah Jabodetabek terpantau diselimuti awan tebal, kecuali Kepulauan Seribu yang sempat diguyur hujan ringan. Kondisi atmosfer yang cenderung basah ini turut menyebabkan tingkat kelembapan udara hari ini berada dalam rentang 70 hingga 94 persen, menciptakan suasana yang cukup lembap.
Sejak pukul 07.00 WIB pagi hingga tengah hari, hujan kategori ringan hingga sedang telah merata di seluruh wilayah DKI Jakarta. Kondisi serupa juga terpantau di Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta seluruh area Bogor. Curah hujan ini diprediksi akan bertahan cukup lama, bahkan awet hingga sore hari. Baru menjelang malam, sekitar pukul 19.00 WIB, intensitas hujan akan berkurang dan hanya tersisa di beberapa kawasan seperti Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi.
Selain perkiraan hujan, BMKG juga memprakirakan suhu udara di Jabodetabek akan bervariasi antara 23 hingga 28 derajat Celsius. Namun, di Bogor, suhu terasa lebih sejuk dengan kisaran 20 hingga 30 derajat Celsius. Pergerakan angin permukaan juga patut diwaspadai, dengan embusan dari arah barat daya ke barat yang cukup kencang, mencapai kecepatan 70 hingga 94 kilometer per jam.
Tak hanya memantau kondisi cuaca lokal, lembaga meteorologi nasional ini juga sempat menerbitkan peringatan dini mengenai peningkatan bibit siklon 97S. Bibit siklon yang terpantau di Laut Timor, tepatnya di sebelah selatan Kepulauan Babar-Tanimbar, memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam dua hingga tiga hari ke depan. Perkembangan ini tentu memerlukan perhatian serius.
Menyikapi potensi ancaman ini, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah timur Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan lebat dan gelombang tinggi menjadi dampak yang perlu diantisipasi akibat penguatan bibit siklon 97S tersebut. Meskipun demikian, ia juga menekankan pentingnya untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan. “BMKG hadir memantau perkembangan 97S ini setiap saat,” ujar Teuku Faisal Fathani pada Selasa, 18 November 2025, menegaskan komitmen BMKG dalam menjaga keselamatan dan informasi publik.
Pilihan Editor: Mengapa Hiu Paus yang Terdampar Berisiko Tinggi Mati
