Trump murka atas dugaan serangan ke rumah Vladimir Putin

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengaku marah atas serangan drone terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin yang terjadi di tengah perundingan perdamaian.

Advertisements

“Saya tak menyukainya. Ini tidak baik,” kata Trump kepada wartawan tentang serangan tersebut eperti dilaporkan Anadolu.

“Presiden Putin memberi tahu saya pagi-pagi. Dia mengatakan dirinya diserang. Ini tidak baik,” ujarnya.

Trump mengatakan serangan terhadap kediaman Putin telah melampaui batas dan berbeda dengan operasi di medan perang.

Advertisements

“Bersikap ofensif itu satu hal … menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu,” katanya. “Saya sangat marah soal ini.”

Ketika ditanya apakah intelijen AS mengkonfirmasi bahwa serangan itu benar-benar terjadi, Trump mengatakan seperti dilaporkan Axios, “Saya kira mungkin saja (serangan) tidak terjadi, tetapi saya percaya apa yang dikatakan Putin.”

Ia menyinggung keputusannya untuk menghentikan pengiriman rudal jelajah jarak jauh Tomahawk kepada Ukraina.

“Saya tidak menginginkannya, karena kami sedang berada dalam periode yang sangat sensitif. Ini bukan waktu yang tepat,” kata Trump.

Trump mengatakan ia berbicara dengan Putin pada Senin pagi, bukan Ahad, karena pembicaraannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berakhir pada malam hari waktu Rusia.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik … sangat produktif,” kata Trump.

Ia mengakui masih ada hambatan menuju perdamaian, seraya menekankan kembali soal adanya sejumlah isu yang “sangat rumit.”

“Jika kita bisa menyelesaikannya, Anda akan mendapatkan perdamaian,” kata Trump.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuding Ukraina menyerang kediaman Putin dengan menggunakan 91 drone serang jarak jauh. Lavrov mengklaim pertahanan udara Rusia menghancurkan 91 drone jarak jauh yang menuju kediaman Dolgiye Borody di wilayah Novgorod, yang terletak di antara Moskow dan St. Petersburg.

Para pemimpin Soviet dan Rusia telah menggunakan Dolgiye Borody sebagai tempat peristirahatan liburan, tetapi itu bukan kediaman utama Putin, dan tidak jelas apakah dia berada di sana dalam beberapa hari terakhir.

Lavrov tidak memberikan bukti atas klaimnya tetapi mengatakan Rusia telah memilih target untuk serangan balasan.

Lavrov mengatakan Rusia akan merevisi posisinya di tengah pembicaraan perdamaian dengan Ukraina menyusul serangan itu, meski Rusia tidak akan menarik diri dari proses perundingan dengan AS.

Yuri Ushakov, ajudan Presiden Rusia, mengatakan Putin menyampaikan kepada Trump dalam percakapan telepon mereka bahwa serangan itu “tidak akan dibiarkan tanpa balasan.”

Zelensky membantah tudingan itu, yang disebutnya bertujuan “merusak seluruh capaian upaya diplomatik” Ukraina dengan AS dan membenarkan serangan baru Rusia ke Ukraina.

Zelensky mengklaim Rusia merekayasa serangan itu untuk melemahkan diplomasi AS-Ukraina dan “membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina.”

Ia mencatat bahwa Rusia sebelumnya telah menyerang gedung-gedung pemerintah di Kyiv tetapi membantah bahwa Ukraina akan melakukan hal yang sama, dengan mengatakan: “Ini adalah salah satu dari banyak perbedaan di antara kita.”

Para pejabat AS dan Ukraina sama-sama berbicara optimis tentang kemajuan selama beberapa minggu negosiasi intensif, meskipun pertemuan hari Minggu berakhir tanpa pengumuman besar.

Kedua pihak telah mencapai konsensus pada sebagian besar isu utama selain wilayah, dan Zelensky mengatakan kepada Axios pada Jumat bahwa ia bersedia untuk mengajukan rencana lengkap — termasuk konsesi teritorial — untuk referendum jika Rusia setuju dengan gencatan senjata selama dua bulan untuk memungkinkan pemungutan suara berlangsung.

Putin telah menolak gagasan gencatan senjata di masa lalu dan dilaporkan melakukannya sekali lagi dalam panggilan telepon dengan Trump pada Ahad.

Banyak analis percaya Moskow tidak berniat menerima kesepakatan yang telah dinegosiasikan AS dan Ukraina, meskipun Trump menegaskan kembali pada hari Minggu bahwa ia berpikir Putin serius tentang perdamaian.

Dugaan serangan drone itu mungkin memberi Moskow cara untuk menggagalkan upaya diplomatik tanpa harus menghadapi kemarahan Trump.

Pilihan Editor: Trump: Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina di Tahap Akhir

Advertisements