Kebakaran hanguskan 15 bangunan di Tambora, kerugian capai Rp1,7 M

Jakarta, IDN Times – Api dahsyat melahap 14 rumah tinggal dan satu bangunan konveksi di Jalan Duri Bangkit RT 008/RW 09, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Insiden kebakaran yang memicu kerugian material fantastis, diperkirakan mencapai sekitar Rp1,7 miliar, ini mengejutkan warga setempat dan menyisakan duka mendalam.

Advertisements

Menurut Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, amukan api kebakaran pertama kali disadari warga sekitar pukul 04.24 WIB. Kobaran api yang sudah membesar di lantai dua salah satu rumah dengan cepat merembet ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Isnawa menjelaskan, “Warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena api cepat membesar, mereka segera meminta bantuan ke pos pemadam kebakaran terdekat.”

Menanggapi laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat segera merespons dengan mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 21 unit mobil damkar dan 105 petugas diterjunkan ke lokasi, memulai upaya pemadaman pada pukul 04.28 WIB. Kerja keras petugas berlanjut dengan proses pendinginan hingga pukul 06.45 WIB, sebelum akhirnya api dinyatakan benar-benar padam pada pukul 09.03 WIB, mengakhiri ancaman yang membakar banyak properti.

Dampak kebakaran rumah ini sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Menurut Isnawa, insiden tersebut mengakibatkan 37 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa kehilangan tempat tinggal. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka bakar yang dilaporkan dalam musibah ini. Untuk sementara, seluruh warga terdampak mengungsi di Mushola Nuurul Yaqien, mendapatkan penanganan awal dari pihak berwenang.

Advertisements

Secara rinci, BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa objek yang terdampak amukan si jago merah adalah rumah tinggal dan sebuah bangunan konveksi. Total kerugian material yang ditimbulkan oleh kebakaran dahsyat ini diperkirakan mencapai angka fantastis Rp1,7 miliar. Mengenai penyebabnya, Isnawa mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan awal di lapangan, insiden nahas ini diduga kuat dipicu oleh konsleting listrik. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti. BPBD berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan unsur wilayah dan instansi terkait guna penanganan lanjutan serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang terdampak.

Advertisements