
PELATIH tim nasional Singapura, Gavin Lee, menunjukkan optimisme tinggi menyambut hasil undian Piala AFF 2026, atau yang kini dikenal sebagai ASEAN Championship 2026. Timnya tergabung dalam grup berat bersama kekuatan sepak bola Asia Tenggara, Indonesia dan juara bertahan Vietnam. Bagi Lee, grup yang menantang ini justru merupakan arena ideal untuk mematangkan persiapan skuadnya menuju Piala Asia 2027.
Undian fase grup Piala AFF 2026 telah rampung digelar di Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026. Hasilnya, Timnas Singapura ditempatkan di Grup A bersama Vietnam, Indonesia, Kamboja, serta pemenang babak kualifikasi antara Timor Leste dan Brunei Darussalam.
Alih-alih menyuarakan keluhan atas komposisi grup yang sulit, Lee justru memandang tantangan tersebut sebagai keuntungan strategis bagi Singapura. Menurutnya, ajang Piala AFF akan dimanfaatkan sebagai bagian integral dari proses pembentukan tim yang berorientasi pada level kompetisi yang lebih tinggi. “Lolos ke Piala Asia adalah pencapaian yang fantastis bagi negara kami. Kami sangat bangga dengan usaha para pemain dan staf,” ungkap Lee, seperti dikutip dari Skor.id.
Pelatih berusia 35 tahun ini menilai, berada satu grup dengan tim-tim tangguh seperti Indonesia dan Vietnam akan sangat membantu para pemainnya untuk terbiasa menghadapi tekanan tinggi dan situasi sulit. Kondisi semacam ini, menurut Lee, akan menjadi modal berharga ketika Singapura berlaga di Piala Asia 2027. “Kami ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk Piala Asia. Mendapat undian yang berat seperti ini justru bagus untuk kami. Ini ujian yang baik agar kami terbiasa menghadapi situasi sulit,” tegasnya.
Ketika disinggung mengenai lawan terberat di Grup A, Lee dengan bijak menolak untuk memilih antara Indonesia atau Vietnam. Ia menegaskan bahwa fokus utama timnya selalu tertuju pada pertandingan terdekat, bukan pada reputasi lawan yang akan dihadapi. “Setiap pertandingan kami jalani dengan niat dan tujuan untuk menang,” kata Lee. “Filosofi kami sederhana: fokus pada satu hari, satu sesi latihan, dan satu pertandingan pada satu waktu.”
Lebih lanjut, Gavin Lee juga menanggapi isu terkait masa lalu Singapura mengenai penggunaan pemain naturalisasi. Ia menegaskan bahwa skuad saat ini diisi oleh pemain-pemain yang memiliki kebanggaan dan dedikasi tinggi dalam membela negaranya. “Kami memiliki sekelompok pemain yang sangat bangga bisa bermain untuk Singapura. Mereka mewakili negara ini dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan,” ujarnya.
Dengan kehadiran raksasa Asia Tenggara seperti Indonesia dan Vietnam di fase grup, Piala AFF 2026 diproyeksikan akan menjadi ujian yang signifikan bagi Singapura. Namun, Lee menegaskan bahwa timnya akan menjadikan turnamen tersebut sebagai langkah krusial menuju ambisi besar mereka di Piala Asia 2027.
Pilihan Editor: Masalah Laten Timnas di Bawah Pelatih Baru John Herdman
Ringkasan
Pelatih tim nasional Singapura, Gavin Lee, menunjukkan optimisme tinggi meskipun timnya tergabung dalam Grup A Piala AFF 2026 bersama Indonesia dan juara bertahan Vietnam. Lee memandang grup yang menantang ini sebagai arena ideal untuk mematangkan persiapan skuadnya menuju Piala Asia 2027. Ia melihat tantangan tersebut sebagai keuntungan strategis untuk membentuk tim yang berorientasi pada level kompetisi lebih tinggi.
Lee yakin berada satu grup dengan tim tangguh akan membantu pemainnya terbiasa menghadapi tekanan tinggi dan situasi sulit, menjadi modal berharga di Piala Asia 2027. Ia menolak memilih lawan terberat, menegaskan fokus timnya selalu pada pertandingan terdekat dengan tujuan kemenangan. Pelatih berusia 35 tahun ini juga menekankan kebanggaan dan dedikasi pemain Singapura saat ini dalam membela negaranya.
