Solderpanas — Persebaya Surabaya akhirnya merampungkan komposisi ideal 11 pemain asingnya untuk mengarungi Super League 2025/2026 di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares. Kepastian ini terwujud setelah manajemen mengambil keputusan krusial untuk melepas dua penggawa asingnya, demi menyesuaikan diri dengan regulasi kompetisi yang berlaku.
Dua nama yang harus angkat kaki dari skuad berjuluk Green Force tersebut adalah striker Diego Mauricio dan bek Dime Dimov. Informasi ini pertama kali mencuat melalui bocoran dari media fanbase Persebaya yang selalu update, @emosijiwakucom. Pengumuman ini sekaligus menuntaskan berbagai spekulasi yang telah lama beredar mengenai siapa saja pemain asing yang akan tergeser dari tim.
Dinamo Baru Serangan Persebaya Surabaya! Pesan Jefferson Silva ke Bonek: Ini Akan jadi Tahun yang Sangat Diberkati!
Unggahan @emosijiwakucom yang mengucapkan “Terima kasih @di_mauricio_. Semoga sukses di klub mu yang baru ????. Obrigado ????” langsung disambut dengan respons emosional dari Bonek, para suporter setia Persebaya, yang mengapresiasi kontribusi sang striker selama membela tim.
Sementara itu, bek tangguh Dime Dimov juga dipastikan tidak akan lagi menjadi bagian dari skuad Green Force di musim mendatang. Akun @emosijiwakucom juga membagikan kabar perpisahan tersebut: “Terima kasih @dime_dimov ????. Info yang kami dapat, kemarin menjadi hari terakhir Dime mengikuti latihan Persebaya.”
Religius dan Pekerja Keras! Pesan Bruno Paraiba ke Bonek Bakar Optimisme Persebaya Surabaya Tembus Papan Atas
Dengan hengkangnya Diego Mauricio dan Dime Dimov, Persebaya kini resmi memiliki 11 pemain asing, sesuai dengan kuota maksimal yang ditetapkan oleh regulasi I.League untuk Super League 2025/2026. Regulasi ini secara tegas membatasi setiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 11 pemain asing dalam daftar skuad mereka.
Sebelumnya, Persebaya sempat menghadapi dilema dengan total 13 pemain asing, menyusul kedatangan tiga amunisi baru asal Brasil. Mereka adalah Bruno Paraiba yang berposisi sebagai striker, Jefferson da Silva sebagai bek kiri yang lincah, serta Gustavo Fernandes, sang bek tengah kokoh.
Kedatangan trio pemain anyar tersebut segera memicu diskusi intens antara Bernardo Tavares dan manajemen. Sebuah evaluasi menyeluruh harus dilakukan untuk menentukan dua pemain asing yang harus dilepas demi mematuhi regulasi ketat kompetisi. Sesuai aturan Super League 2025/2026, kelebihan jumlah pemain asing tidak akan ditoleransi, menuntut manajemen Persebaya untuk mengambil keputusan tegas, meskipun berisiko secara teknis maupun emosional.
Sebelum keputusan sulit ini diambil, Persebaya tercatat memiliki 13 pemain asing dari berbagai negara. Selain tiga pemain anyar yang baru bergabung, terdapat nama-nama lama yang sudah lebih dulu memperkuat tim.
Pesan Gustavo Fernandes ke Bonek! Menara Baru Persebaya Surabaya dengan Tinggi 1,95 Meter
Di lini belakang, ada Risto Mitrevski dari Makedonia Utara dan Leo Lelis asal Brasil. Namun, Dime Dimov yang juga berasal dari Makedonia Utara kini masuk daftar pemain yang dilepas. Kemudian, Francisco Rivera asal Meksiko tetap menjadi motor utama lini tengah Green Force. Di sektor sayap dan serangan, Persebaya masih diperkuat oleh Bruno Moreira dari Brasil serta Gali Freitas dari Timor Leste. Nama Diego Mauricio, yang kini telah hengkang, sebelumnya menjadi salah satu tumpuan di lini depan.
Terbanyak Nomor 2 di Super League! 6 Kartu Merah Persebaya Surabaya, Jadi Alarm Bahaya Bernardo Tavares!
Selain itu, skuad Persebaya juga masih diperkuat oleh Dejan Tumbas asal Serbia, Milos Raickovic dari Montenegro, dan Mihailo Perovic yang juga berasal dari Montenegro.
Bernardo Tavares menegaskan bahwa keputusan untuk melepas pemain tidak diambil secara tergesa-gesa atau tanpa pertimbangan matang. “Ya, kami perlu melihat solusi terbaiknya. Apa yang telah diberikan para pemain kepada tim hingga saat ini,” ungkap Bernardo Tavares, menjelaskan proses yang ia jalani. Pelatih asal Portugal itu menambahkan bahwa proses evaluasi melibatkan banyak pertimbangan teknis dan nonteknis yang kompleks. “Dan bersama dewan direksi, kami akan memutuskan,” tambahnya.
Sorotan utama dalam evaluasi memang mengarah pada lini depan Persebaya. Kedatangan Bruno Paraiba membuat posisi striker dinilai terlalu “gemuk” untuk kebutuhan tim. Sebelum Bruno Paraiba datang, Persebaya sudah memiliki Mihailo Perovic dan Diego Mauricio sebagai striker asing, belum lagi Dejan Tumbas yang juga bisa dimainkan di posisi penyerang. Kondisi tersebut membuat persaingan di lini depan menjadi tidak ideal. Pada akhirnya, Diego Mauricio harus rela dilepas demi menjaga keseimbangan dan efektivitas skuad.
Update 4 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang! 2 Sudah Resmi, 2 Tinggal Tunggu Pengumuman
Di sisi lain, Persebaya juga melakukan pergerakan pada pemain lokal. Striker muda Rizky Dwi resmi bergabung ke Garudayaksa FC dengan status pinjaman. Keputusan itu diambil demi memberikan jam bermain lebih banyak bagi sang pemain untuk pengembangan kariernya. Selain itu, Rendy Oscario yang berposisi sebagai kiper juga resmi dilepas ke Semen Padang pada putaran kedua kompetisi. Bernardo Tavares kembali menegaskan bahwa keputusan melepas pemain, baik asing maupun lokal, dilakukan sesuai kebutuhan tim. Pelatih berusia 45 tahun itu ingin skuad Persebaya menjadi lebih ramping, kompetitif, dan efisien.
Peringatan Buat Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya: Francisco Rivera Masuk 5 Besar Pengoleksi Kartu Merah!
Dengan komposisi 11 pemain asing terbaru yang telah lengkap, Persebaya kini memasuki fase baru persiapan musim. Publik dan Bonek sangat menanti apakah komposisi pemain ini akan mampu membawa Green Force tampil konsisten dan meraih prestasi gemilang di Super League 2025/2026. Meskipun Diego Mauricio dan Dime Dimov telah hengkang, dinamika skuad Persebaya masih sangat mungkin berubah. Menarik untuk menantikan apakah akan ada perombakan lanjutan atau kejutan lain sebelum kompetisi resmi benar-benar bergulir.
