Awal kekacauan laga Senegal vs Maroko di final Piala Afrika

FINAL Piala Afrika 2025 harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah berakhir imbang 0-0. Kekacauan terjadi ketika tuan rumah Maroko mendapat hadiah penalti pada masa tambahan waktu dan membuat para pemain Senegal meninggalkan lapangan pertandingan.

Advertisements

Senegal kemudian memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 lewat babak tambahan waktu. Ini menjadi gelar kedua dalam lima tahun terakhir setelah kemenangan pada 2021. Namun, kekalahan tersebut tidak diterima dengan baik oleh kubu Maroko dan pelatihnya, Walid Regragui.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, memimpin timnya meninggalkan lapangan pada masa injury time babak kedua. Para suporter Maroko melontarkan siulan kepada tim lawan. Para pemain dari kedua tim saling beradu argumen soal keputusan VAR yang menghadiahkan penalti kepada Maroko.

Para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan setelah pertandingan tertunda selama 14 menit. Mereka kembali setelah Sadio Mane masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan-rekannya melanjutkan laga.

Advertisements

Edouard Mendy kemudian menggagalkan penalti Brahim Díaz. Saat itu, ada sejumlah suporter Senegal yang mencoba menerobos masuk ke lapangan. Ketegangan juga merembet ke ruang pers. Bahkan, laporan ESPN menyebut bahwa para jurnalis dilaporkan saling terlibat perkelahian.

Seusai pertandingan, pelatih Maroko Walid Regragui mengkritik keputusan Thiaw yang menarik timnya keluar dari lapangan dan membela Diaz atas kegagalannya mengeksekusi penalti. “Saya pikir banyak waktu yang terbuang sebelum Brahim mengambil penalti. Itu terlalu lama dan itu memengaruhi konsentrasinya. Pertandingan yang kami jalani ini memalukan bagi Afrika,” ujar dia.

Menurut Walid, seorang pelatih kepala seharusnya memberi teladan. “Ketika ia meminta para pemain keluar dari lapangan, apalagi setelah pernyataan-pernyataan yang sudah dilontarkan sejak konferensi pers sebelum laga, saat Senegal menuding Maroko bermain tidak sportif, sikap elegan tetap harus dijaga, baik saat menang maupun kalah.”

Bagi Walid, tindakan yang dilakukan Pape Thiaw tidak mencerminkan penghormatan terhadap sepak bola Afrika. “Kini ia berstatus juara Afrika dan bebas berbicara apa pun, tetapi faktanya pertandingan sempat terhenti lebih dari 10 menit,” ujar dia.

“Situasi tersebut tidak bisa dijadikan alasan atas kegagalan Brahim dalam mengeksekusi penalti. Cara ia menendang bola adalah tanggung jawab kami sendiri. Yang perlu dilakukan sekarang adalah melangkah ke depan dan menerima bahwa Brahim memang gagal,” kata Walid menambahkan.

Awal Kekacauan

Keputusan VAR wasit Jean-Jacques Ndala atas pelanggaran terhadap Diaz memicu keributan antara staf teknis dan pemain kedua tim, yang kemudian meluas ke tribun penonton. Kelompok suporter Senegal, Gainde, terlihat mulai melompati papan pembatas dan masuk ke lapangan untuk menghadapi para ofisial dan delegasi Maroko.

Petugas keamanan dan polisi antihuru-hara terpaksa turun tangan dan terlambat membentuk barikade antara penonton dan lapangan. Berbagai benda dilempar ke lapangan, sementara suporter Senegal memanjat papan iklan elektronik dan merusak layar di salah satu sisi stadion.

Beberapa suporter Senegal ditangkap petugas keamanan. Di tengah kericuhan tersebut, tim Senegal meninggalkan lapangan atas instruksi pelatih Thiaw. Namun, tidak jelas apakah langkah itu diambil karena alasan keamanan atau sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang terlambat memberikan penalti. Keputusan itu juga terjadi setelah El Hadji Malick Diouf dinilai melanggar Díaz di kotak penalti pada menit keenam masa tambahan waktu.

Di tengah bentrokan lanjutan di lapangan antara Ismael Saibari dan Abdoulaye Seck, serta kartu kuning untuk Mendy karena terlihat mengacak-acak titik penalti, Diaz akhirnya maju sebagai algojo. Namun eksekusi panenka dengan mudah ditangkap oleh kiper Senegal itu. Beberapa menit memasuki babak pertama perpanjangan waktu, Pape Gueye mencetak gol dari luar kotak penalti dan memberi Senegal keunggulan.

Pilihan Editor: Masalah Laten Timnas di Bawah Pelatih Baru John Herdman

Advertisements