Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian penuh dengan langsung menelepon Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono. Panggilan pribadi ini menyusul insiden Trenggono jatuh pingsan pada Minggu (25/1) pagi, saat ia memimpin upacara persemayaman korban Pesawat ATR 42-500 jatuh. Acara duka tersebut berlangsung di AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Momen mengharukan ini terekam dan dibagikan oleh Trenggono melalui akun Instagram pribadinya, menampilkan dirinya sedang beristirahat di rumah sakit seraya menerima telepon langsung dari Presiden Prabowo.
Melalui unggahan Instagramnya, Menteri Trenggono menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelepon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulisnya. Mantan Wakil Menteri Pertahanan di era Presiden Prabowo Subianto ini dengan tegas memastikan bahwa kondisinya telah membaik signifikan. “Saya dalam kondisi baik-baik saja, Alhamdulilah observasi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan,” imbuh Trenggono, memberikan ketenangan kepada publik dan rekan kerjanya.
Menteri Trenggono selanjutnya merinci padatnya agenda yang ia jalani selama sepekan terakhir, menjadi pemicu utama kelelahan yang dialaminya. Jadwal tersebut mencakup pemantauan intensif proses pencarian korban Pesawat ATR 42-500 jatuh yang memilukan, hingga perjalanan dinas penting ke Davos. “Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan ini, menggambarkan beban ganda yang ia pikul.
Meskipun tengah menjalankan tugas negara penting mendampingi Presiden di London dan Davos, komitmen Menteri Trenggono terhadap keluarga besar KKP dan para korban musibah tak sedikit pun luntur. “Walau tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos, sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir,” ungkapnya, menggarisbawahi dedikasi dan empati mendalamnya. Ini menegaskan bahwa sebagai pimpinan, ia selalu merasa terhubung dan hadir bagi pasukannya, bahkan di tengah tuntutan tugas internasional yang tinggi.
Untuk memberikan ketenangan lebih lanjut, kondisi stabil Menteri Trenggono juga dikonfirmasi oleh Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto. Doni memastikan bahwa Menteri Trenggono diharapkan sudah dapat kembali beraktivitas pada Senin (26/1). “Aman Bapaknya, sudah baikan, kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta,” jelas Doni saat dihubungi kumparan, membenarkan bahwa sang Menteri telah memulihkan diri.
Doni Ismanto menambahkan bahwa setibanya di Jakarta, segera setelah mengetahui identitas korban telah diumumkan, Menteri Trenggono menunjukkan keinginan kuat untuk mendampingi keluarga yang berduka dan berpartisipasi aktif dalam prosesi upacara. “Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara,” lanjut Doni, menggarisbawahi betapa pentingnya kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan ini di tengah duka mendalam. Kehadiran beliau, meskipun dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima, mencerminkan kepedulian dan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap seluruh jajaran KKP dan para keluarga yang dilanda musibah.
Ringkasan
Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono jatuh pingsan saat memimpin upacara persemayaman korban Pesawat ATR 42-500 jatuh di Jakarta Selatan. Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian dengan langsung menelepon Trenggono untuk menanyakan kondisinya. Trenggono menyampaikan terima kasih dan memastikan kondisinya telah membaik, hanya mengalami kelelahan.
Kelelahan tersebut diakibatkan padatnya agenda seminggu terakhir, termasuk pemantauan pencarian korban pesawat dan perjalanan dinas ke Davos. Meskipun dalam kondisi lelah, Menteri Trenggono tetap berdedikasi mendampingi keluarga besar KKP dan para korban. Staf Khusus Doni Ismanto juga mengonfirmasi kondisi Menteri Trenggono stabil dan diharapkan dapat kembali beraktivitas pada Senin (26/1).
