
Solderpanas JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pergerakan volatil sepanjang perdagangan Kamis (29/1/2026). IHSG ditutup melemah 88,35 poin atau 1,06% ke level 8.232,20.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 214 saham mengalami penguatan, 521 saham melemah, dan 73 saham lainnya stagnan. Total volume perdagangan mencapai 97,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 66,93 triliun.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberlakukan trading halt sekitar pukul 09.26 WIB melalui Jakarta Automated Trading System (JATS). Hal ini terjadi setelah IHSG sempat anjlok hingga 8% ke level 7.654,66 atau turun 666,90 poin pada perdagangan intraday.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan ini dipicu oleh penurunan rating dari institusi asing, termasuk Goldman Sachs dan UBS, menyusul pembekuan dari MSCI kemarin.
“Namun, IHSG mampu memangkas koreksinya setelah pemangku kebijakan melakukan konferensi pers dan diperkirakan akan menyelesaikan permasalahan ini paling lambat Maret 2026,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).
IHSG Terguncang Sentimen MSCI, Cermati Rekomendasi Analis untuk Investor
Tim Riset Phintraco Sekuritas menambahkan, kekhawatiran terkait potensi penurunan status bursa Indonesia ke Frontier Market oleh MSCI juga memicu tekanan jual. Beberapa sekuritas asing menurunkan peringkat Indonesia, yang menyebabkan terjadinya sell-off dan memicu trading halt selama 30 menit di sesi perdagangan pertama.
“Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang,” tulis Tim Riset Phintraco dalam risetnya yang diterima Kontan.
Untuk perdagangan Jumat (30/1/2026), Herditya memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di 8.076 dan resistance di 8.306. “Diperkirakan pergerakan IHSG besok masih dipengaruhi oleh sentimen dari MSCI,” paparnya.
Herditya menyarankan investor mencermati saham HRUM dengan target harga Rp 1.130–Rp 1.175 per saham, ISAT Rp 2.300–Rp 2.370 per saham, dan TLKM Rp 3.550–Rp 3.650 per saham.
OJK Akan Berkantor di Gedung BEI Imbas IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun
Merespons keputusan MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15% dalam waktu dekat. Ketentuan ini berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat.
“Jika emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka akan diberikan exit policy, namun saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan,” terang Tim Riset Phintraco. OJK menegaskan akan melakukan sejumlah langkah lanjutan terkait penyesuaian yang dilakukan BEI atau KSEI. “Otoritas berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau data pemilik manfaat terakhir kepada MSCI yang akan difokuskan terlebih dahulu untuk konstituen IDX100,” jelasnya.
IHSG diperkirakan bergerak besok pada level support 7.770 dan resistance 8.400, dengan pivot di 8.200. Investor disarankan untuk mencermati saham BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII dalam perdagangan besok.
