
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Jumat (30/1/2026) dengan kenaikan yang signifikan, menguat 97,40 poin atau 1,18% ke level 8.329,60. Penutupan positif ini sedikit meredakan ketegangan pasar setelah sepekan penuh tekanan.
Meskipun demikian, penguatan di akhir pekan tersebut belum mampu sepenuhnya mengimbangi koreksi mendalam yang dialami indeks saham acuan ini sepanjang minggu. Secara kumulatif, IHSG tercatat terkoreksi hingga 6,94% selama sepekan terakhir. Pasar bahkan menyaksikan penghentian sementara perdagangan atau trading halt sebanyak dua kali, yakni pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026), di mana pada kedua hari tersebut IHSG ditutup di zona merah.
Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dalam sepekan terakhir dipicu oleh sentimen krusial dari pengumuman MSCI pada Rabu, 28 Januari 2026. Pengumuman tersebut sontak memicu aksi jual masif (sell-off) oleh investor, yang juga disertai dengan arus keluar dana asing (foreign outflow) yang cukup signifikan dari pasar saham Indonesia.
Medco Energi (MEDC) Incar Kenaikan Kinerja pada 2026, Begini Prospek Sahamnya
“Setelah itu, situasi pasar semakin diperparah oleh penurunan peringkat atau downgrade rating yang dilakukan oleh dua lembaga keuangan global terkemuka, Goldman Sachs dan UBS, yang erat kaitannya dengan pengumuman MSCI tersebut,” ungkap Herditya kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).
Senada dengan Herditya, Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima, juga mengamini bahwa gejolak pelemahan IHSG disebabkan oleh pengumuman MSCI terkait perubahan kebijakan aturan MSCI Index, khususnya bagi pasar saham Indonesia. Kebijakan baru ini menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.
“Selain itu, terkoreksinya pasar juga disebabkan oleh potensi diturunkannya status pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi frontier market, sebuah prospek yang tentu saja sangat membebani sentimen investasi,” imbuh Raphon kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).
Untuk perdagangan Senin (1/2/2026), Raphon memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada dalam kisaran level support 7.500 dan resistance 8.400. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen terkait kebijakan lanjutan yang akan diambil oleh otoritas terkait. Langkah-langkah perbaikan aturan main pasar yang sempat dikeluhkan oleh MSCI diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor.
Di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif, Raphon juga membagikan sejumlah rekomendasi saham yang patut dicermati untuk pekan depan. Beberapa di antaranya adalah saham MBMA dengan target harga Rp 800, saham ADRO di Rp 2.400, dan PTBA dengan target harga Rp 2.650 per saham.
Bitcoin vs Emas: Analis Ragukan Rotasi Dana ke Kripto dalam Waktu Dekat
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan 6,94% selama sepekan terakhir, meskipun sempat menguat 1,18% pada penutupan Jumat (30/1/2026). Pelemahan ini dipicu oleh pengumuman MSCI pada Rabu (28/1/2026) yang menyebabkan aksi jual masif dan arus keluar dana asing. Situasi pasar juga diperparah oleh penurunan peringkat dari lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs dan UBS.
Analis menjelaskan bahwa gejolak ini disebabkan oleh perubahan kebijakan aturan MSCI Index dan kekhawatiran potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari *emerging market* menjadi *frontier market*. Pelaku pasar akan mencermati langkah-langkah perbaikan aturan oleh otoritas terkait untuk mengembalikan kepercayaan investor. IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 7.500-8.400 pada perdagangan Senin (1/2/2026).
