Achmad Megantara: Ustadz di Layar, Terinspirasi Kisah Nyata!

AKTOR Achmad Megantara menghadapi tantangan baru dalam membintangi film Air Mata Mualaf. Untuk pertama kalinya, ia dipercaya memerankan sosok ustad, sebuah peran yang menurutnya membutuhkan riset mendalam dan pemahaman karakter yang hati-hati, termasuk mempelajari dua tokoh agama yang ia hormati, Habib Umar dan Habib Jindan.

Advertisements

Pilihan Editor: Acha Septriasa Kembali Nyanyi Lewat Soundtrack Air Mata Mualaf

Peran Ustad Pertama, Bukan Tantangan Biasa

Dalam wawancara bersama Tempo pada Kamis, 20 November 2025, Megantara mengaku awalnya tidak menyadari bahwa karakter yang akan dia perankan adalah seorang ustad. Ia hanya mengetahui nama tokohnya, Reza, tanpa gelar apa pun. Begitu membaca skenario, barulah ia memahami bahwa peran tersebut membawa tanggung jawab besar.

Advertisements

“Karakter dengan simbol seperti ini bukan hal yang mudah,” ujarnya. Menurut Megantara, isu agama masih sangat sensitif di Indonesia, sehingga membawakan peran ustad membutuhkan pendekatan yang menghormati banyak pihak.

Ia berharap sosok Reza tidak hanya disenangi penonton perempuan, tetapi juga laki-laki hingga mereka yang berasal dari latar belakang agama berbeda. Tujuannya sederhana, untuk menghadirkan figur ustad yang bijak, rendah hati, dan dapat diterima secara universal.

Kagumi Habib Umar dan Habib Jindan

Alih-alih mengambil referensi dari film-film bertema keagamaan, Megantara memilih belajar dari sosok nyata. Ia menelusuri cara penyampaian dua figur yang ia kagumi, yaitu Habib Umar dari Yaman dan Habib Jindan dari Indonesia. Megantara menilai keduanya, yang berhubungan sebagai guru dan murid, memiliki gaya penyampaian yang sangat menenangkan, bijak, dan penuh kerendahan hati.

Acha Septriasa dan Achmad Megantara dalam film Air Mata Mualaf. Dok. Merak Abadi Productions/Suraya Filem

Megantara mengatakan bahwa meski tidak mungkin meniru persis, ia berusaha menangkap esensi kebijaksanaan mereka. Ia bahkan pernah bertemu keduanya, sehingga pengalaman itu kembali ia ingat saat membangun karakter Reza. “Gue berusaha mendekati, bukan meniru,” katanya.

Menurutnya, sosok-sosok ini membantu membentuk pemahaman tentang bagaimana seorang ustad bersikap, bukan hanya lewat pakaian atau penampilan, tetapi dari cara berbicara, gestur, dan keteduhannya.

Tantangan Saat Syuting

Meski tidak menyebutkan adanya hambatan teknis besar, Megantara mengakui bahwa membentuk tokoh Reza membutuhkan proses yang panjang sejak menerima skenario. Intonasi, gestur, hingga raut wajah, ia bangun perlahan seperti mengerjakan PR jauh sebelum syuting dimulai.

Tantangan lain muncul setelah syuting berjalan. Ia mengaku bahwa karakter Reza kadang “terbawa” ke kehidupan sehari-hari, dan sebaliknya, sifat pribadinya justru muncul saat sedang memerankan Reza. “Keselip itu sering,” ujarnya sambil tertawa.

Menurut Megantara, tantangan sebenarnya adalah menjaga keseimbangan antara dirinya sebagai pribadi, sebagai aktor, dan sebagai karakter. Jika satu sisi terlalu dominan, khususnya karakter, ia menilai hal itu bisa mengganggu kestabilan diri. Karena itu, ia selalu menyempatkan waktu untuk “masuk” dan “keluar” dari karakter secara sadar.

Dengan riset mendalam dan proses kreatif yang panjang ini, Megantara berharap peran ustad pertamanya dapat diterima luas dan memberikan nilai bagi penonton.

Film Air Mata Mualaf akan tayang di bioskop pada Kamis, 27 November 2025.

SILVIA ALYA RAHMAH

Pilihan Editor: Cerita Para Aktor yang Mirip dengan Konflik Film Air Mata Mualaf

Advertisements