Operasional perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 9 Jember dipastikan tetap aman dan berjalan normal, menyusul erupsi Gunung Semeru yang menunjukkan peningkatan aktivitas. Seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian di area ini dilaporkan tidak terdampak oleh bencana alam tersebut, menjamin kelancaran layanan bagi masyarakat.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa di tengah potensi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru, PT KAI segera bergerak cepat. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui pengecekan menyeluruh terhadap semua elemen perkeretaapian. Fokus utama pemeriksaan adalah pada lintas Jatiroto-Ranuyoso, jalur yang secara geografis paling dekat dengan area Gunung Semeru. Tim lapangan KAI dengan sigap memeriksa kondisi jalur rel, jembatan, stasiun, dan perlintasan sebidang (JPL) guna memastikan keamanan optimal untuk operasional kereta api.
Hasil dari pemeriksaan mendalam tersebut sangat melegakan: seluruh prasarana dan jalur kereta api di lintas vital tersebut berada dalam kondisi aman dan siap operasi. Cahyo menegaskan bahwa tidak ada material vulkanik, seperti abu atau pasir, yang ditemukan mengganggu jalur rel maupun sistem persinyalan. Dengan demikian, seluruh perjalanan kereta api, baik layanan jarak jauh maupun komuter, tetap beroperasi normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Tidak hanya berhenti pada pengecekan, PT KAI Daop 9 Jember juga mengambil langkah mitigasi bencana sebagai antisipasi. Peningkatan patroli jalur rutin serta penyediaan alat pembersih jalur telah disiagakan untuk menghadapi kemungkinan hujan abu di area operasi. Komitmen kuat terhadap keamanan operasional ini diperkuat dengan penempatan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di tiga stasiun strategis: Probolinggo, Klakah, dan Jember. Penempatan AMUS ini bertujuan untuk mempercepat penanganan segala potensi gangguan prasarana yang mungkin timbul.
Dalam pernyataannya pada Kamis, 20 November 2025, Cahyo Widiantoro kembali menegaskan, “Kami ingin menegaskan bahwa kondisi perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember aman. Petugas kami telah melakukan pengecekan menyeluruh, terutama di lintas Jatiroto-Ranuyoso yang paling dekat dengan Semeru. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya material vulkanik yang mengganggu jalur. Seluruh perjalanan KA tetap berjalan normal sesuai jadwal.”
Cahyo juga menambahkan bahwa penempatan AMUS di Stasiun Probolinggo, Klakah, dan Jember merupakan bukti nyata dari langkah antisipasi perusahaan. “Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan bahwa jika ada perkembangan di lapangan, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya. Ia turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya bahwa KAI selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasinya.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, KAI Daop 9 Jember senantiasa berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk BPBD, PVMBG, dan pemerintah daerah. Pemantauan perkembangan situasi vulkanik Gunung Semeru dilakukan secara langsung dan intensif. Informasi terbaru mengenai potensi perubahan kondisi operasional akan segera disampaikan kepada masyarakat, menjamin transparansi dan kesiapsiagaan.
DAVID PRIYASIDHARTA
Ringkasan
Operasional kereta api di wilayah PT KAI Daop 9 Jember dipastikan tetap aman dan berjalan normal, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Semeru. Pihak KAI telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian, khususnya di lintas Jatiroto-Ranuyoso yang paling dekat dengan Semeru. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada material vulkanik yang mengganggu jalur, sehingga seluruh perjalanan kereta api beroperasi normal sesuai jadwal.
Sebagai langkah mitigasi bencana, KAI Daop 9 Jember meningkatkan patroli jalur rutin, menyiagakan alat pembersih, serta menempatkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di stasiun-stasiun strategis. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat penanganan potensi gangguan prasarana. KAI juga terus berkoordinasi erat dengan pihak terkait seperti BPBD dan PVMBG untuk memantau situasi Gunung Semeru, menjamin transparansi dan kesiapan operasional.
