
KOMISIONER Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyatakan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi sepanjang tahun 2025 telah mencapai 278.868 unit senilai Rp 34,64 triliun dari 40 bank penyalur pada 22 Asosiasi Perumahan.
Aapun dana FLPP rumah bersubsidi itu tersebar di 13.249 perumahan yang dikelola oleh 8.113 pengembang pada 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota. Angka ini di bawah target yang dipatok pemerintah sebelumnya sebanyak 350 ribu unit.
Ia menjelaskan, para penerima manfaat dana FLPP meliputi pekerja swasta hingga 205.311 unit rumah (73,63 persen), wiraswasta sebanyak 39.218 unit rumah (14,06 persen), PNS sebanyak 20.814 unit rumah (7,46 persen). Berikutnya, TNI/Polri sebanyak 5.409 unit rumah (1,94 persen), lainnya 8.083 unit rumah (2,90 persen) serta 33 unit lain dari segmen lainnya (0,01 persen).
Ketimbang pada 2024, penerima manfaat FLPP dari pekerja swasta meningkat 31,3 persen, wiraswasta naik hingga 58,7 persen, dan PNS jauh lebih tinggi pertumbuhannya hingga 145,7 persen, TNI/Polri mengalami peningkatan hingga 36,9 persen.
“Provinsi Jawa Barat masih menjadi provinsi tertinggi penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia dengan capaian 62.591 unit rumah atau 22,44 persen,” kata Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Kamis, 1 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.
Berikutnya, provinsi penerima manfaat FLPP tertinggi berikutnya adalah Jawa Tengah (24.470 unit/8,77 persen), Sulawesi Selatan (23.255 unit/8,34 persen), Banten (18.966 unit/6,80 persen), Jawa Timur (18.361 unit/6,58 persen).
Kabupaten Bekasi masih meraih peringkat pertama penerima manfaat FLPP di Indonesia sebesar 14.702 unit rumah/19 persen disusul oleh 9 kabupaten kota lainnya yaitu Kabupaten Bogor (10.195 unit rumah/13 persen), Kabupaten Tangerang (8.246 unit rumah/11 persen).
Lalu ada Kabupaten Karawang (7.097 unit rumah/9 persen), Kota Kendari (6.895 unit rumah/9 persen), Kabupaten Maros (6.233 unit rumah/8 persen), Kota Palembang (6.198 unit rumah/8 persen), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit rumah/8 persen), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit rumah/7 persen) dan Kabupaten Gowa (5.242 unit rumah/7 persen).
Lebih jauh Heru mengungkapkan realisasi penyaluran dana FLPP mencapai 79,68 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 350 ribu unit rumah.
“Walaupun tidak sampai ke titik 350 ribu unit, namun pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak 2010. Dengan komposisi 99,99 persen atau 278.865 unit merupakan rumah tapak dan sisanya 0,001 persen (tiga unit) rumah susun,” ujar Heru.
Pilihan Editor: Mengapa Rumah Subsidi Sulit Terjual
