
PEMBATASAN durasi tontonan harian diluncurkan YouTube untuk melindungi kesehatan mental serta fisik pengguna remaja. Global Head of Healthcare YouTube and Google Health Garth Graham mengatakan Indonesia memiliki energi digital yang kuat dengan potensi 46 juta pengguna layanan internet usia remaja.
“Kami akan meluncurkan fitur baru yang memberi pengguna kendali dan batas waktu untuk (menonton) video pendek atau Shorts,” kata Graham dalam acara peluncuran di kantor Google, Jakarta, Kamis, 20 November 2025.
Fitur untuk menonton konten Shorts ini melengkapi layanan pengingat otomatis ‘Take a Break’ dan ‘Bedtime’ yang sebelumnya telah aktif untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun. Melalui fitur ini, pengguna dapat menetapkan serta menyesuaikan batas waktu tontonan harian melalui ‘Setelan’, kemudian ‘Umum’, untuk mengaktifkan opsi untuk membatasi unggahan Shorts.
YouTube menyediakan beberapa pilihan durasi batas waktu, yakni 15 menit, 30 menit, 45 menit, 1 jam, serta 2 jam. Ketika waktu yang ditetapkan tercapai, pengguna akan menerima pemberitahuan bahwa akses ke Shorts dihentikan sementara hingga hari berikutnya.
Rencana lain YouTube adalah memperkuat kontrol orang tua dengan mengintegrasikan batas waktu Shorts ke dalam akun yang diawasi atau supervised accounts. Orang tua atau wali bisa menetapkan batas yang tidak dapat diabaikan oleh anak.
Selain pembatasan durasi, YouTube meningkatkan perlindungan melalui sistem rekomendasi. Aplikasi ini membantu remaja menemukan video sesuai minat sekaligus membatasi konten yang berpotensi berdampak negatif bila dikonsumsi berulang-ulang.
Perusahaan juga mengurangi pengulangan konten untuk mencegah kebiasaan menonton berlebihan. Ada juga penebalan perlindungan ekstra pada urutan video bagi remaja. Tujuannya membatasi rekomendasi konten yang dinilai aman jika ditonton sekali, tapi bermasalah jika ditonton berulang kali.
Pada tahap awal peluncuran, perlindungan ini akan mencakup tiga kategori konten. Setelah melakukan evaluasi dan berkonsultasi dengan Youth and Families Advisory Committee, cakupannya diperluas menjadi enam kategori, termasuk konten tentang perbandingan fisik, agresi sosial, serta saran keuangan yang buruk dan tidak realistis.
Pilihan Editor: Inovasi Dosen IPB Mengembangkan Peternakan Ramah Iklim
