Untuk merawat mesin cuci agar awet, lakukan tiga hal utama secara rutin: biarkan pintu mesin cuci selalu terbuka setelah pemakaian untuk mencegah jamur, bersihkan filter pompa pembuangan setiap bulan untuk menghindari penyumbatan, dan jalankan siklus pembersihan tabung (tub cleaning) sebulan sekali menggunakan cuka atau pembersih khusus untuk menghilangkan kerak dan sisa deterjen.
Table of Contents
- Cara Merawat Mesin Cuci Secara Bertahap
- 1. Kebiasaan Kecil Selesai Mencuci (Dampak Jangka Panjang)
- 2. Perawatan Mingguan: Membersihkan yang Terlihat
- 3. Perawatan Bulanan: 'General Check-Up' Wajib
- Tips Pro Tambahan Agar Mesin Cuci Panjang Umur
- FAQ:
- Seberapa sering saya harus membersihkan filter mesin cuci?
- Amankah menggunakan cuka dan baking soda untuk membersihkan tabung mesin cuci?
- Kenapa mesin cuci saya bau apek padahal sering dipakai?
- Apa tanda-tanda filter mesin cuci tersumbat?
Senang Anda kembali. Kalau di artikel sebelumnya kita membahas ‘pertolongan pertama’ saat mesin cuci error, kali ini saya mau ajak Anda untuk melakukan pencegahan. Ibaratnya, lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan? Merawat mesin cuci itu jauh lebih murah dan mudah daripada memperbaikinya saat sudah terlanjur rusak.
Dari pengalaman saya bongkar pasang mesin cuci, 80% kerusakan fatal itu sebenarnya berasal dari penumpukan masalah-masalah kecil yang diabaikan. Sisa deterjen yang mengeras, filter yang mampet, sampai kebiasaan sepele yang ternyata ‘menyiksa’ mesin secara perlahan. Nah, di sini saya akan bagikan sedikit pengalaman saya cara merawat mesin cuci Anda, baik itu model top loading maupun front loading, agar bisa menemani Anda bertahun-tahun lamanya.
Cara Merawat Mesin Cuci Secara Bertahap
Merawat mesin cuci itu tidak ribet, kok. Kuncinya cuma satu, konsisten. Saya sudah bagi-bagi tugasnya berdasarkan frekuensi, jadi Anda bisa lebih mudah menjadwalkannya.
1. Kebiasaan Kecil Selesai Mencuci (Dampak Jangka Panjang)
Ini adalah fondasi dari semua perawatan. Lakukan hal-hal ini setiap kali Anda selesai menggunakan mesin cuci:
- Biarkan Pintu Terbuka: Ini hukum wajib, terutama untuk pengguna mesin cuci front loading. Setelah mengeluarkan cucian, jangan langsung tutup pintunya rapat-rapat. Biarkan sedikit terbuka. Kenapa? Karena bagian dalam tabung dan karet-karetnya masih lembap. Menutupnya akan menciptakan surga bagi jamur dan lumut, yang jadi biang keladi bau apek.
- Lap Karet Pintu (Khusus Front Loading): Ambil kain lap kering dan seka bagian karet abu-abu di sekitar pintu. Di lipatannya sering terperangkap air, sisa deterjen, bahkan kotoran kecil. Membersihkannya akan mencegah karet jadi hitam karena jamur dan getas.
- Segera Angkat Cucian: Jangan biarkan pakaian yang sudah bersih terdiam lama di dalam tabung. Selain membuat pakaian jadi kusut dan bau, kelembapannya juga tidak baik untuk komponen di dalam mesin.
2. Perawatan Mingguan: Membersihkan yang Terlihat
Luangkan waktu 5 menit setiap akhir pekan untuk melakukan ini:
- Bersihkan Laci Deterjen: Tarik keluar laci tempat Anda menuang deterjen dan pelembut. Anda akan kaget melihat sisa-sisa sabun yang menggumpal dan berlendir. Sisa ini bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan deterjen tidak masuk sempurna ke tabung. Sikat bersih di bawah air mengalir, lalu keringkan sebelum dipasang kembali.
- Lap Bodi Mesin: Bersihkan bagian luar mesin cuci dari debu, tumpahan deterjen, atau pelembut. Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga mencegah kotoran masuk ke celah-celah tombol atau panel kontrol.
3. Perawatan Bulanan: ‘General Check-Up’ Wajib
Ini bagian terpenting yang sering sekali dilewatkan. Anggap saja ini jadwal ‘spa’ untuk mesin cuci Anda.
- Jalankan Siklus ‘Tub Clean’: Hampir semua mesin cuci modern punya program ini. Jalankan siklus ini dalam keadaan kosong sebulan sekali. Tidak punya pembersih khusus? Tidak masalah. Tuang dua cangkir cuka putih ke dalam laci deterjen dan jalankan siklus pencucian dengan air panas. Cuka sangat ampuh melarutkan kerak mineral dari air dan membunuh bakteri penyebab bau.
- Bersihkan Filter Pompa Pembuangan: Ini dia ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ yang sering dilupakan. Filter ini menangkap koin, kancing, rambut, benang, dan kotoran lain agar tidak masuk dan merusak pompa pembuangan. Lokasinya biasanya ada di pojok kanan atau kiri bawah mesin (biasanya ditutup panel kecil).
- Siapkan lap dan wadah ceper untuk menampung sisa air.
- Buka panel penutupnya, lalu putar tutup filter secara perlahan berlawanan arah jarum jam. Air akan keluar sedikit.
- Setelah air habis, tarik keluar filternya. Buang semua kotoran yang terperangkap, sikat bersih, lalu pasang kembali. Pastikan terpasang kencang agar tidak bocor.
Tips Pro Tambahan Agar Mesin Cuci Panjang Umur
- Gunakan Deterjen yang Tepat dan Secukupnya: Terlalu banyak deterjen tidak membuat cucian lebih bersih. Justru, busa berlebih akan meninggalkan residu di tabung dan selang, serta membuat mesin bekerja lebih keras saat membilas. Untuk mesin front loading, wajib gunakan deterjen ‘High Efficiency’ (HE) yang busanya lebih sedikit.
- Jangan Bebani Berlebihan (No Overload!): Setiap mesin punya kapasitas. Memaksakan memasukkan terlalu banyak pakaian akan merusak motor, suspensi, dan laher (bearing) dalam jangka panjang. Ini juga penyebab umum munculnya kode error karena beban tidak seimbang.
- Pastikan Posisi Mesin Rata: Goyangkan mesin cuci Anda. Apakah terasa goyang atau tidak stabil? Jika ya, atur ketinggian kakinya sampai benar-benar rata dan kokoh. Mesin yang tidak rata akan bergetar hebat saat proses pengeringan (spin), yang bisa merusak komponen internal.
- Periksa Saku Pakaian: Biasakan memeriksa semua saku sebelum memasukkan pakaian. Koin, kunci, atau benda keras lainnya bisa membuat drum baret, bahkan merobek karet pintu dan menyumbat filter.
FAQ:
Seberapa sering saya harus membersihkan filter mesin cuci?
Idealnya, bersihkan filter atau perangkap pompa pembuangan setiap 1-2 bulan sekali. Namun, jika Anda sering mencuci pakaian yang sangat kotor, berbulu, atau memiliki hewan peliharaan, sebaiknya periksa dan bersihkan sebulan sekali untuk mencegah penyumbatan dan menjaga kinerja pompa pembuangan tetap optimal.
Amankah menggunakan cuka dan baking soda untuk membersihkan tabung mesin cuci?
Ya, sangat aman dan efektif. Cuka berfungsi sebagai disinfektan alami dan melarutkan kerak mineral, sementara baking soda membantu menghilangkan bau dan membersihkan sisa deterjen. Metode ini adalah alternatif yang ramah lingkungan dan hemat biaya dibandingkan pembersih komersial. Pastikan untuk menjalankan siklus bilas setelahnya untuk membersihkan sisa cuka dan soda kue.
Kenapa mesin cuci saya bau apek padahal sering dipakai?
Bau apek biasanya disebabkan oleh jamur dan lumut yang tumbuh di area lembap yang terperangkap, seperti pada karet pintu (untuk front loading) atau di bawah tabung. Penyebab utamanya adalah kebiasaan menutup pintu mesin cuci rapat-rapat setelah selesai mencuci. Selalu biarkan pintu sedikit terbuka agar sirkulasi udara bisa mengeringkan sisa kelembapan di dalamnya.
Apa tanda-tanda filter mesin cuci tersumbat?
Tanda-tanda umum filter tersumbat antara lain: air tidak mau terkuras habis setelah siklus selesai, proses pencucian memakan waktu lebih lama dari biasanya, muncul kode error yang berkaitan dengan pembuangan air, dan terdengar suara dengung atau berisik yang tidak biasa dari area pompa saat proses pembuangan.
Dengan melakukan perawatan rutin ini, saya jamin mesin cuci Anda akan bekerja lebih efisien, hasil cucian lebih bersih, dan yang terpenting, usianya jadi jauh lebih panjang. Selamat merawat mesin cuci Anda!