Cara polisi menyalurkan logistik ke daerah terisolir di Aceh

Dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir 2025 masih menyisakan luka mendalam dan tantangan besar dalam upaya pemulihan. Hingga kini, sejumlah perkampungan di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih, bahkan masih sulit dijangkau bantuan esensial akibat akses jalan yang rusak parah dan terputus.

Advertisements

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Aceh Tengah Ajun Komisaris Besar Muhammad Taufik menyoroti perlunya upaya ekstra dan berdedikasi untuk menembus daerah-daerah terpencil yang terisolasi. Ia mencontohkan kondisi krusial di beberapa perkampungan seperti Kampung Jamur Konyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule, yang semuanya berada di Kecamatan Bintang, di mana akses masih menjadi kendala utama.

Menurut Taufik, kerusakan parah pada infrastruktur jalan menuju ketiga wilayah tersebut secara drastis memperpanjang waktu tempuh. Jalur yang sebelumnya hanya membutuhkan sekitar satu jam perjalanan, kini harus dilalui selama tujuh hingga delapan jam yang melelahkan. Penjelasan ini disampaikan Taufik pada Ahad, 11 Januari 2026, menggambarkan parahnya situasi di lapangan.

Perjalanan tim kepolisian, seperti diceritakan oleh Taufik, adalah sebuah perjuangan berat yang menguji ketahanan. Mereka harus melintasi jalanan sempit yang terputus, menaklukkan tanjakan dan turunan yang sangat terjal, menghadapi permukaan jalan yang berlumpur tebal, serta melewati sejumlah titik longsor yang berbahaya. “Di beberapa lokasi, jalur hanya dapat dilalui dengan kehati-hatian tinggi karena diapit jurang yang curam,” tutur Taufik, menggambarkan risiko tinggi yang harus mereka hadapi demi mencapai masyarakat terdampak.

Advertisements

Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan, rombongan kepolisian akhirnya tiba di lokasi perkampungan menjelang malam, sekitar pukul 18.00 WIB. Tanpa menunda, mereka segera menyalurkan ratusan paket sembako dan pakaian layak pakai yang sangat dibutuhkan kepada para warga. Taufik secara langsung menyaksikan kondisi memprihatinkan masyarakat di desa-desa yang masih sulit dijangkau, menegaskan urgensi dari bantuan yang mereka bawa.

Lebih dari sekadar pendistribusian bantuan logistik, Taufik menekankan bahwa kehadiran timnya juga membawa misi kemanusiaan yang lebih luas. Kepolisian turut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta membagikan obat-obatan dan vitamin secara cuma-cuma kepada warga di lokasi yang terdampak bencana. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk membantu pemulihan fisik dan mental masyarakat secara holistik.

Selain itu, personel kepolisian juga meluangkan waktu berharga untuk mendengarkan keluh kesah dan aspirasi warga. Taufik menyatakan bahwa dirinya bertekad untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta terjaganya situasi keamanan di daerah-daerah terisolasi tersebut, sebagai bagian integral dari upaya pemulihan yang komprehensif.

Dalam penutup pernyataannya, Taufik menegaskan kembali komitmen kuat kepolisian untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan pascabencana. Ia memastikan, “Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit, kami memastikan masyarakat di daerah terisolasi tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan yang esensial.” Pesan ini memberikan jaminan dan harapan bagi warga Aceh yang masih berjuang untuk bangkit dari dampak bencana alam.

Pilihan Editor: KPK: Kami Memantau Penyidikan Jaksa Pemeras di Kejaksaan

Ringkasan

Bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 menyebabkan sejumlah perkampungan di Aceh, termasuk Kampung Jamur Konyel, Atu Payung, dan Serule di Kecamatan Bintang, terisolasi akibat kerusakan parah pada akses jalan. Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyoroti bahwa waktu tempuh ke lokasi tersebut kini membengkak dari satu jam menjadi tujuh hingga delapan jam. Tim kepolisian menghadapi medan berat berupa jalan sempit, terjal, berlumpur, dan rawan longsor untuk menjangkau masyarakat terdampak.

Setibanya di lokasi, rombongan kepolisian segera menyalurkan ratusan paket sembako dan pakaian layak pakai kepada warga. Selain distribusi logistik, mereka juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, obat-obatan, dan vitamin, serta mendengarkan aspirasi masyarakat. Taufik menegaskan komitmen kepolisian untuk memastikan bantuan dan layanan esensial tetap terpenuhi bagi daerah terisolasi, meskipun akses menuju lokasi sangat sulit.

Advertisements