
BADAN Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) melancarkan serangan drone terhadap sebuah fasilitas pelabuhan di pesisir Venezuela awal bulan ini, CNN melaporkan pada Senin seperti dikutip Anadolu.
Mengutip sejumlah sumber, CNN menyebutkan bahwa serangan yang sebelumnya tidak diungkap ke publik itu menargetkan dermaga terpencil yang diyakini pemerintah AS dipakai kelompok penyelundup narkoba Venezuela, Tren de Aragua, untuk menyimpan dan memuat narkoba ke kapal.
Laporan itu menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut karena dermaga itu dalam keadaan kosong saat drone AS menghantamnya.
Presiden Donald Trump pekan lalu mengatakan militer AS telah menghancurkan sebuah fasilitas utama di Venezuela, tanpa mengungkapkan lokasi maupun target serangan tersebut.
“Kami baru saja menghancurkan — saya tidak tahu apakah Anda membaca atau melihatnya — mereka memiliki pabrik besar, atau fasilitas besar, tempat kapal-kapal itu berasal. Dua malam yang lalu, kami menghancurkannya. Jadi kami menyerang mereka dengan sangat keras,” katanya.
Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin, ketika ditanya tentang detail lebih lanjut, Trump mengatakan “terjadi ledakan besar di area dermaga tempat mereka memuat kapal-kapal dengan narkoba” dan bahwa “area implementasi” “tidak ada lagi.”
Ia tidak menyebutkan badan AS mana yang melakukan serangan itu, hanya mengatakan bahwa ia tahu siapa yang bertanggung jawab tetapi tidak ingin mengungkapkannya.
Ditanya apakah ia baru-baru ini berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mengatakan ia telah berbicara dengannya “baru-baru ini” tetapi menambahkan bahwa “tidak banyak” yang dihasilkan dari percakapan tersebut.
Pada 17 Desember, Trump menetapkan pemerintah Venezuela sebagai “organisasi teroris asing” serta mengumumkan blokade penuh terhadap seluruh kapal tanker minyak yang dijatuhi sanksi, yang menuju atau keluar dari Venezuela.
Presiden berusia 79 tahun itu menegaskan pemerintahnya tidak akan membiarkan “rezim bermusuhan mengambil minyak, tanah, atau aset lain” yang menurutnya harus “dikembalikan kepada Amerika Serikat.”
AS selama ini berdalih kehadiran militernya di kawasan Karibia untuk memerangi perdagangan narkoba.
Sejak awal September, Trump telah mengizinkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di perairan Venezuela.
Pada November, Trump menyatakan masa kepemimpinan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan segera berakhir, meski menegaskan bahwa AS tidak berniat berperang dengan negara itu.
Pemerintah Venezuela menilai tindakan AS sebagai provokasi untuk mengganggu stabilitas kawasan serta pelanggaran terhadap perjanjian internasional mengenai status Karibia sebagai wilayah bebas militer dan senjata nuklir.
Pilihan Editor: Rusia, Iran dan Cina Siap Dukung Venezuela Hadapi AS
