Eza Gionino beri pesan ke Aurelie usai digambarkan artis dramatis di novel, it’s okay, ga apa-apa

Ringkasan Berita:

  • Eza Gionino memberikan tanggapan setelah digambarkan sebagai “artis dramatis” dalam novel Aurelie Moeremans.
  • Eza mengaku tidak keberatan jika pembaca Broken Strings mengaitkan dirinya dengan karakter yang ada dalam buku tersebut.
  • Alih-alih menempuh jalur hukum, Eza justru menyampaikan doa tulus untuk Aurelie Moeremans.

Solderpanas – Aktor Eza Gionino akhirnya memberikan tanggapan terkait isu yang mengaitkan namanya dengan tokoh Zane dalam novel memoar berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Spekulasi publik ini mencuat setelah banyak pembaca menemukan sejumlah kemiripan antara karakter fiktif tersebut dengan sosok Eza Gionino di kehidupan nyata.

Advertisements

Dalam novel Broken Strings, Aurelie Moeremans memang menceritakan salah satu mantan kekasihnya yang bernama Zane, memicu pertanyaan besar di benak para pembaca mengenai siapa sosok di balik karakter tersebut.

Detail Karakter Zane Dinilai Sangat Mirip dengan Eza

Asal mula spekulasi ini berawal dari penggambaran tokoh Zane yang begitu detail dalam novel tersebut, mulai dari suara berat hingga gestur alis yang khas. Deskripsi tersebut tertuang jelas dalam kutipan buku:

Advertisements

Lalu datanglah Zane, aktor sinetron yang seperti tidak pernah lepas dari karakternya,

Ia dramatis, intens, dan palsu. Ia bicara dengan alis naik turun dan suara yang sengaja dibuat dalam, seolah kedalaman bisa diperankan,

Kadang, di tengah percakapan, matanya tiba-tiba berkaca-kaca, dan aku akan menoleh, setengah berharap melihat kamera tersembunyi,

Ketika aku bilang ini tidak bisa diteruskan, ia menampilkan perpisahan paling teatrikal yang bisa kubayangkan’.

Tak hanya ciri fisik dan gestur, novel Aurelie Moeremans ini juga menyiratkan adanya riwayat kasus kekerasan terhadap pacar yang pernah menjerat tokoh Zane. Hal ini semakin memperkuat dugaan sebagian pembaca yang langsung mengaitkannya dengan kasus serupa yang pernah menimpa Eza Gionino di masa lalu.

Eza Gionino Menyikapi Anggapan Publik dengan Santai

Menanggapi santernya perbincangan ini, Eza Gionino mengaku tidak keberatan apabila publik atau pembaca Broken Strings mengaitkan dirinya dengan karakter Zane. Meski demikian, ia merasa penggambaran tokoh tersebut terkesan berlebihan.

“Gue tahu sekarang lagi rame banget isu soal seseorang bikin novel tentang kehidupan dia dan ada satu karakter yang kalian pikir itu gue. It’s okay, nggak apa-apa,” ungkap Eza melalui unggahan di akun TikTok pribadinya pada Rabu (21/1).

Aktor Eza Gionino ini menegaskan bahwa dirinya memilih untuk bersikap santai dan tidak mempermasalahkan anggapan tersebut, selama hal itu tidak merugikan pihak lain. “Kalau itu bisa bikin kalian bahagia di luar sana, nggak apa-apa, Walaupun dibilang berlebihan, ya nggak apa-apa,” tambahnya, menunjukkan sikap legowo.

Pilih Doakan Aurelie, Enggan Tempuh Jalur Hukum

Alih-alih menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik, Eza Gionino justru menyampaikan doa tulus untuk Aurelie Moeremans. Ia berharap agar isu yang beredar luas ini dapat segera mereda dan Aurelie dapat menjalani kehidupannya dengan tenang bersama sang suami.

“Gue harapin semua ini cepat selesai, cepat berlalu. Kamu di sana juga sudah menikah, semoga sehat dan baik-baik aja bersama suami,” ucap Eza, mendoakan kebahagiaan mantan kekasihnya.

Sebagai informasi tambahan, Broken Strings adalah sebuah buku memoar yang ditulis oleh Aurelie Moeremans. Buku ini secara terbuka menceritakan pengalaman hidupnya sebagai korban child grooming, termasuk bentuk kekerasan dan manipulasi yang ia alami selama menjalin hubungan dengan sosok bernama Bobby, yang banyak diduga merujuk pada Robby Tremonti.

(TribunTrends.com/Talitha)

Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook

Ringkasan

Aktor Eza Gionino menanggapi spekulasi publik yang mengaitkan dirinya dengan karakter Zane dalam novel Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Karakter Zane digambarkan sebagai “artis dramatis” dengan ciri fisik dan riwayat kasus kekerasan yang dinilai mirip dengan Eza di masa lalu. Eza menyatakan tidak keberatan jika pembaca mengasosiasikan dirinya dengan Zane, meskipun ia menilai penggambaran tersebut berlebihan.

Menyikapi isu ini, Eza Gionino memilih untuk bersikap santai dan legowo. Alih-alih menempuh jalur hukum, ia justru menyampaikan doa tulus untuk Aurelie Moeremans. Eza berharap masalah ini segera mereda dan Aurelie dapat menjalani kehidupannya dengan bahagia bersama suaminya.

Advertisements