Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa Timur, dilaporkan erupsi pada Rabu (19/11) lalu. Peristiwa ini memicu lontaran awan panas yang dahsyat, membubung hingga 8,5 kilometer dari puncak gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang.
Dampak dari erupsi Gunung Semeru ini terasa parah di tiga dusun di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dusun Kamar A, Sumbersari, dan Gumukmas tak pelak diterjang serta tergulung oleh derasnya material vulkanik, meninggalkan jejak kehancuran yang signifikan.
Saat tim kumparan tiba di Dusun Sumbersari pada Jumat (21/11), pemandangan puing dan sisa-sisa amukan gunung masih sangat kentara. Bongkahan batu berukuran besar, yang merupakan bagian dari material vulkanik yang dilontarkan, terlihat masih mengepulkan asap. Sebuah eksperimen singkat menunjukkan betapa panasnya batu-batu tersebut; air yang diteteskan ke permukaannya langsung menguap seketika. Bahkan, hawa panas yang menyengat masih jelas terasa saat mendekat ke bongkahan batu berasap itu.
Tidak hanya bongkahan batu, lapisan tanah pasir vulkanik di wilayah tersebut juga masih memancarkan panas. Fenomena ini terlihat jelas ketika gerimis mulai mengguyur; uap tipis terus membumbung dari permukaan tanah, menandakan suhu tinggi yang masih terperangkap di bawahnya.
Kini, Dusun Kamar A dan Sumbersari menjadi saksi bisu kekuatan alam. Kedua dusun ini tampak lengang, nyaris tak berpenghuni, setelah ditinggalkan warganya mencari keselamatan. Sejumlah besar rumah warga terlihat rusak parah, sementara puing-puing bangunan masih berserakan di mana-mana, menjadi pengingat nyata akan dahsyatnya erupsi Gunung Semeru.
Ringkasan
Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11), melontarkan awan panas yang dahsyat hingga 8,5 kilometer dari puncaknya. Erupsi ini berdampak parah pada tiga dusun di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, yaitu Kamar A, Sumbersari, dan Gumukmas, yang diterjang serta tergulung material vulkanik.
Bongkahan batu vulkanik dan lapisan tanah pasir di Dusun Sumbersari masih mengepulkan asap dan memancarkan panas yang menyengat. Akibatnya, Dusun Kamar A dan Sumbersari kini tampak lengang, dengan banyak rumah warga rusak parah dan puing-puing berserakan setelah ditinggalkan penduduknya demi keselamatan.
