
PELATIH tim nasional futsal Indonesia Hector Souto mengatakan bahwa staf pelatih telah melakukan analisis mendalam terhadap seluruh calon lawan di fase grup Piala Asia Futsal 2026. Di saat yang sama, ia mengakui skuad Garuda masih minim pengalaman bersaing di level kontinental.
Dalam jumpa pers di Indonesia Arena, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026, Souto menyebut setiap tim di Grup A memiliki karakter dan kualitas berbeda sehingga Indonesia dituntut tampil dengan persiapan matang.
“Kami menganalisis mereka dengan sangat detail. Kirgistan mengalami perkembangan sangat pesat dalam satu tahun terakhir, sering melakukan pemusatan latihan dan pertandingan di Eropa, serta memiliki fondasi kuat sejak era Juiz Bernat hingga dilanjutkan oleh pelatih Djetybaev,” kata Souto, seperti dikutip dari Antara.
Di bawah asuhan Nurjan Djetybaev, Kirgistan tampil impresif pada kualifikasi dan keluar sebagai juara grup. Souto juga menyoroti Irak yang menutup kualifikasi sebagai pemuncak Grup F. “Irak juga menjadi juara grup. Saya rasa tidak perlu banyak membahas pelatih mereka karena semua orang tahu rekam jejaknya di Brasil, seperti di Foz do Cataratas dan Marreco. Selain itu ada Paulo Fernandez, pelatih asal Portugal dengan perjalanan karier sangat baik, pernah melatih Benfica dan Sporting,” ujarnya.
Souto turut menilai Korea Selatan sebagai tim dengan konsistensi pertahanan tinggi. Ia menyinggung performa mereka dalam beberapa laga terakhir. “Dalam empat pertandingan terakhir mereka hanya kebobolan dua gol. Mereka imbang melawan Thailand dan bisa mengalahkan Bahrain,” kata pelatih asal Spanyol itu.
Di sisi lain, Souto secara terbuka mengakui keterbatasan pengalaman Indonesia di ajang Asia, berbeda dengan sejumlah calon lawan yang sudah terbiasa melangkah jauh. “Sejujurnya, di Asia Indonesia belum berjalan. Kami punya pengalaman di Asia Tenggara, tetapi bukan di Asia,” ujarnya.
Ia mencontohkan Kirgistan yang pada edisi sebelumnya mampu menembus perempat final dan nyaris lolos ke Piala Dunia futsal setelah mengalahkan Uzbekistan di fase grup. “Mereka tinggal satu langkah lagi menuju Piala Dunia. Kami belum punya pengalaman seperti itu,” katanya.
Menurut Souto, Piala Asia Futsal 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menambah jam terbang internasional. “Tujuan kami adalah bertumbuh di kompetisi ini. Semakin lama kami bisa bertahan, semakin baik untuk perkembangan tim,” ucapnya.
Indonesia sebagai tuan rumah tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgistan. Timnas futsal Indonesia akan membuka turnamen dengan menghadapi Korea Selatan pada Selasa, 27 Januari 2026. Pelatih Korea Selatan Paulo Fernandes mengaku antusias menyambut laga perdana di Jakarta. “Bermain di Indonesia tentu akan menjadi pengalaman menarik karena ditonton banyak orang. Tapi tujuan utama kami datang adalah untuk menang,” kata Paulo.
Pelatih Irak Joao Carlos juga memasang target tinggi meski membawa skuad dengan banyak wajah baru “Kami datang ke Indonesia dengan tujuan menang. Meski lebih dari 40 persen pemain baru, target kami tetap lolos ke babak berikutnya. Ini pengalaman berharga bagi pemain di level Asia,” ujarnya.
Adapun pelatih Kirgistan Nurjan Djetybaev menegaskan keseriusan timnya. “Semua negara ingin menang, begitu juga kami. Kami datang lebih awal ke Jakarta untuk mempersiapkan semuanya sebaik mungkin,” kata Djetybaev.
Piala Asia Futsal 2026 berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari. Grup A dihuni Indonesia, Korea Selatan, Irak, dan Kirgistan. Grup B diisi Thailand, Vietnam, Kuwait, dan Lebanon. Grup C terdiri atas Jepang, Uzbekistan, Tajikistan, dan Australia. Sementara Grup D dihuni Iran, Afghanistan, Arab Saudi, dan Malaysia.
Pilihan Editor: Masihkah Tim Nasional Sepak Bola Indonesia Butuh Manajer
