
PELATIH tim nasional Indonesia John Herdman belum membeberkan strategi rinci untuk menjuarai Piala AFF maupun target di Piala Asia 2027. Prioritas utamanya saat ini adalah memastikan para pemain, termasuk diaspora baru, merasakan atmosfer dan format turnamen, yang krusial untuk membangun pengalaman dan disiplin tim.
“Mereka memang pernah merasakan kualifikasi Piala Dunia. Namun untuk pemain diaspora yang baru, mereka harus merasakan format turnamen itu,” kata Herdman seusai diperkenalkan sebagai pelatih timnas Indonesia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2025.
Herdman menilai Piala AFF dan Piala Asia sebagai kesempatan penting untuk mendorong sepak bola Indonesia ke tahap berikutnya sekaligus membuka peluang mencetak sejarah. Ia mengakui akan sulit membawa seluruh pemain papan atas ke Piala AFF 2026 karena bentrok dengan jadwal klub dan status turnamen yang berada di luar kalender FIFA. “Karena itu penting memiliki kolam talenta yang luas,” ujarnya.
PSSI mengontrak pelatih berusia 50 tahun itu untuk menangani timnas senior dan U-23. Bagi Herdman, tampil di dua turnamen tersebut menjadi tantangan menarik sekaligus sarana evaluasi nyata bagi pemain.
Piala AFF dan Piala Asia akan menjadi pengalaman baru bagi sebagian pemain diaspora yang belum pernah tampil di ajang tersebut. Herdman optimistis Indonesia dapat bersaing, khususnya di level Asia. “Saya yakin jika kita bisa kompetitif di turnamen AFC, dengan bakat yang tersedia dan pengalaman mengenai format turnamen, kita bisa melangkah lebih jauh,” kata mantan pelatih timnas Kanada putra dan putri itu.
Menurut Herdman, kunci utama adalah kesiapan dan keberanian melihat potensi sebenarnya dari skuad yang ada. Dengan kepemimpinan yang tepat dan pengalaman bertanding di turnamen besar, para pemain akan terdorong untuk berkembang. “Yang terpenting bukan hanya bermain, tapi juga memenangkan pertandingan. Itu menunjukkan di mana posisi kita sekarang dan mengambil langkah selanjutnya sebagai sebuah negara,” ujarnya.
Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus. Sementara Piala Asia 2027, yang diikuti 24 tim, akan digelar di Arab Saudi pada 15 Januari hingga 8 Februari 2027. Herdman kembali menegaskan, keterbatasan waktu dan komitmen klub membuat mustahil membawa seluruh pemain lapis pertama dan kedua ke Piala AFF. “Mereka punya kewajiban kepada klub, dan itu di luar kalender FIFA,” kata Herdman.
Ia menilai Piala AFF sebagai ajang ideal untuk mengukur kedalaman skuad timnas Indonesia. Dari sana, Herdman akan menyiapkan pemain menuju Seri FIFA 2026 pada 23-31 Maret 2026, termasuk memberi kesempatan lebih besar kepada pemain muda. “Namun dengan skala yang jauh lebih besar,” katanya.
Pengalaman tersebut, menurut Herdman, serupa dengan yang ia lakukan saat melatih tim nasional di kawasan CONCACAF. Saat itu, ia kerap harus mengandalkan pemain lokal dan skuad yang lebih luas karena keterbatasan akses terhadap pemain bintang. “Kami tidak selalu bisa mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David. Anda harus menggunakan pemain lokal, kolam talenta yang lebih besar, dan belajar dari situasi turnamen,” ujar Herdman.
Pilihan Editor: John Herdman: Tekanan di Timnas Indonesia adalah Anugerah
Pilihan Editor: Taktik John Herdman Mendongrak Prestasi Timnas Indonesia
