Bencana tanah longsor dahsyat menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1), menyebabkan duka mendalam dengan adanya korban jiwa.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat bergerak cepat, telah menerima total 10 kantong jenazah dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, lima korban tewas berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, saat meninjau posko pengungsian pada Sabtu (24/1). Beliau menyatakan, “Kami telah menerima 10 kantong jenazah ya. 5 sudah teridentifikasi dan sudah dikembalikan ke pihak keluarga.” Lebih lanjut, Irjen Pol Rudi Setiawan menambahkan, “5 ini lagi dalam proses mengidentifikasi,” mengindikasikan bahwa upaya identifikasi masih terus berlanjut demi kepastian nasib para korban.
Dampak bencana longsor Cisarua ini tidak hanya terbatas pada korban jiwa. Kerugian material juga signifikan, dengan setidaknya 30 rumah rusak parah akibat terjangan material longsor. Akibatnya, sekitar 400 warga harus meninggalkan kediaman mereka dan kini mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menanti bantuan dan penanganan lebih lanjut.
Di tengah upaya penanganan korban dan pengungsi, tim SAR gabungan masih berjibaku mencari 82 orang yang dinyatakan hilang. Proses pencarian ini menjadi prioritas utama, mengingat harapan keluarga yang terus menanti kabar dari sanak saudara mereka yang belum ditemukan pasca-tragedi longsor ini.
Ringkasan
Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1), menyebabkan korban jiwa. Tim DVI Polda Jawa Barat telah menerima 10 kantong jenazah; 5 korban tewas berhasil diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga, sementara 5 lainnya masih dalam proses identifikasi. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan.
Dampak bencana tidak hanya pada korban jiwa, tetapi juga kerugian material signifikan dengan 30 rumah rusak parah. Sekitar 400 warga mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu. Tim SAR gabungan masih terus mencari 82 orang yang dinyatakan hilang pasca-tragedi longsor ini.
