Kasus-kasus Bullying Berujung Maut Sepanjang 2025

SATUAN Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan mengusut kematian Muhammad Hisyam, siswa kelas VII SMP Negeri 19 Tangerang Selatan, yang diduga menjadi korban bullying. Sepupu Hisyam, Rizky Fauzi, mengatakan bahwa perundungan itu diduga terjadi pada 20 Oktober 2025.

Advertisements

Pelaku memukul kepala Hisyam dengan bangku besi. Awalnya, Hisyam menutupi kejadian itu dari keluarga. Namun, sehari kemudian ia mulai bercerita karena kondisi kesehatannya memburuk. Ia kemudian menjalani perawatan di High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Fatmawati.

Hisyam sempat mendapat perawatan intensif selama satu pekan di Rumah Sakit Fatmawati. Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Victor Daniel Henry Inkiriwang, mengunjungi rumah duka di Kampung Maruga Ciater, Serpong, pada 16 November 2025.

“Kami datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan komitmen kepolisian dalam mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut,” kata Victor pada Senin, 17 November 2025.

Advertisements

Kasus Hisyam menambah daftar dugaan perundungan yang berujung kematian sepanjang 2025. Polisi juga menyelidiki sejumlah kasus lain.

Kasus di Lombok

Perundungan di lingkungan sekolah terjadi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Seorang pelajar 13 tahun meninggal dunia setelah diduga dianiaya teman sekolahnya di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Janapria.

Peristiwa ini bermula dari cekcok akibat saling ejek. Insiden itu berakhir tragis ketika pelaku menendang korban hingga kepalanya terbentur tembok. “Korban ditendang pelaku dan terbentur tembok sehingga meninggal dunia,” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Lombok Tengah, Ajun Inspektur Pipin Setyaningrum, dikutip dari Antara, Senin, 4 Agustus 2025.

Perundungan yang Menyebabkan Kematian Siswa SMPN 1 Geyer

Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bernama Angga Bagus Perwira, meninggal dunia setelah diduga di-bully teman sekelasnya pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Angga tinggal di Desa Ledokdawan, Geyer, Grobogan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kematian Angga. “Masalah di Geyer masih dalam penyelidikan pihak berwajib, Polres Grobogan,” ujarnya pada Senin, 13 Oktober 2025.

Kasus Dugaan Bullying Mahasiswa Universitas Udayana

Kepolisian Sektor Denpasar Selatan menyelidiki penyebab kematian mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, yang diduga sengaja melompat dari lantai empat Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud.

Kapolsek Denpasar Selatan, Komisaris Laksmi Trisnadewi, mengatakan polisi telah memeriksa 19 saksi, termasuk rekan korban, pihak kampus, dan petugas keamanan yang berjaga pada hari kejadian. “Kami sudah meminta keterangan semua pihak,” katanya pada Rabu, 21 Oktober 2025.

Setelah pemeriksaan, polisi menyimpulkan bahwa kematian Timothy tidak terkait perundungan. Meski begitu, beredarnya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang berisi ejekan terhadap korban memicu spekulasi mengenai dugaan bullying.

Ade Ridwan, Vedro Imanuel, dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Asal Mula Geng Elite di SMA Binus

Advertisements