Kisah bocah perempuan yang menjadi yatim piatu akibat kecelakaan kereta di Spanyol – ‘Kita perlu bilang “Aku cinta kamu” lebih sering’

Seorang anak perempuan berusia enam tahun menjadi sorotan dalam tabrakan dua kereta api di Andalusia, Spanyol selatan, Minggu (18/01). Apa yang dialaminya menjadi salah satu kisah paling mengharukan dari tragedi tersebut.

Advertisements

Regu penyelamat melihatnya berjalan seorang diri di lintasan rel di sekitar lokasi kecelakaan yang telah merenggut setidaknya 42 nyawa dan menyebabkan puluhan orang terluka.

Bocah bernama Cristina itu merupakan penumpang di salah satu kereta. Dia bepergian bersama orang tuanya, José Zamorano dan Cristina Álvarez; abang kandungnya, Pepe; dan sepupunya, Félix.

Namun, menurut pihak berwenang Spanyol, mereka semua telah meninggal dunia.

Advertisements

‘Mukjizat di tengah kemalangan’

Keluarga Cristina berasal dari Kota Aljaraque dekat Huelva, Spanyol selatan.

Mereka bepergian ke ibu kota Spanyol untuk menonton pertandingan sepak bola yang mempertemukan Real Madrid dan Levante pada Sabtu (17/01).

Kecelakaan terjadi dalam perjalanan pulang ke Huelva sehari kemudian.

Menurut pihak berwenang, Cristina dibawa ke Rumah Sakit Reina Sofía di Córdoba.

Di sana ia dirawat neneknya dan kerabat lainnya.

“Apa yang terjadi pada Cristina adalah sebuah mukjizat di tengah begitu banyak kemalangan,” kata Wali Kota Aljaraque, Adrián Cano.

‘Kita perlu bilang ‘Aku cinta kamu’ lebih sering karena hidup bisa berakhir kapan saja’

Kisah mengharukan lainnya dialami Fidel Saez.

Keluarganya, yang terdiri dari ibunya, dua anaknya, saudara kandungnya, dan keponakannya, bepergian ke Madrid untuk menyaksikan teater musikal Lion King. Pada Minggu (18/01), mereka menumpang kereta pulang.

Kereta itu kemudian bertabrakan dengan kereta lain jurusan Malaga-Madrid.

“Kami sedang di rumah dan melihat berita. Awalnya kami tidak percaya. Kami pikir peristiwa itu hanya rusak biasa dan kami harus menjemput keluarga kami,” ujar Fidel kepada TVE.

Namun kemudian ia menerima beberapa panggilan dari polisi.

Aparat mengabari Fidel bahwa keluarganya menjadi korban kecelakaan kereta api.

Pertama, ia diberitahu bahwa putrinya masih hidup, meskipun mengalami luka ringan.

Kemudian ia menerima panggilan yang memberitahunya bahwa saudara laki-lakinya telah dirawat di Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit San Juan de Dios.

Namun tidak ada informasi yang dapat diandalkan tentang ibunya.

Beberapa jam kemudian dia dikabari bahwa sang ibu telah meninggal.

“Saya ingin menekankan bahwa kita perlu lebih sering mengatakan ‘Aku mencintaimu’, bahwa kita tidak boleh marah karena hal-hal kecil. Sebab hidup dapat berakhir kapan saja,” katanya kepada stasiun televisi Spanyol.

Dia menambahkan: “Saya baru saja memberi tahu saudara laki-laki saya, yang sudah dilepas dari ventilator. Dia mengatakan kepada saya bahwa merupakan suatu keajaiban dia masih hidup, dia pikir hidupnya sudah berakhir… Dia berhasil mengeluarkan anak-anak saya dengan memecahkan jendela menggunakan kakinya,” papar Fidel.

“Dia juga meminta saya untuk menceritakan kisah ibu kami, betapa baiknya dia. Tuhan telah mengambilnya tetapi dia telah meninggalkan jejak yang sangat besar pada kami. Kami yakin bahwa dia berada di tempat yang terbaik.”

Apa yang diketahui sejauh ini?

Setidaknya 42 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Sebagian besar adalah warga Spanyol yang kembali ke ibu kota setelah berakhir pekan.

Kereta yang dijalankan perusahaan swasta Iryo—membawa sekitar 300 orang— dari Malaga ke Madrid tergelincir.

Tiga gerbong terakhirnya masuk ke jalur kereta api yang berdekatan.

Kereta itu kemudian bertabrakan dengan kereta lain yang melayani jalur Madrid-Huelva, yang juga tergelincir dengan 184 penumpang di dalamnya.

Tabrakan terjadi setelah pukul 19.30 waktu setempat pada Minggu (18/01) di dekat Kota Adamuz, Provinsi Córdoba, sekitar 360km di selatan ibu kota Spanyol, Madrid.

Komisi Investigasi Kereta Api Spanyol sedang menyelidiki penyebab insiden ini.

Pemerintah Spanyol menyebut peristiwa ini “luar biasa aneh”.

  • ‘Kami lihat orang-orang sekarat di sekitar kami, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa’ – Kecelakaan kereta api di Spanyol menewaskan 42 orang
  • Alat konstruksi roboh menimpa kereta penumpang di Thailand, puluhan orang tewas – Apa yang diketahui sejauh ini?
  • Perjalanan 60 tahun Shinkansen yang mengubah Jepang
Advertisements