Era baru industri kecantikan telah tiba, ditandai dengan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen. Tesi Fathia Adam, GROUP Head Technology Business Accelerator ParagonCorp, menegaskan bahwa masyarakat kini semakin cerdas dan selektif dalam memilih produk kecantikan. Menurutnya, minat konsumen tidak lagi terpaku hanya pada klaim hasil instan atau tren sesaat, sebuah pandangan yang ia sampaikan dalam acara Beauty Science Tech 2026 yang berlangsung pada 22 Januari 2026 di Jakarta.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran fokus. Tesi menjelaskan, konsumen kini cenderung mencari tahu lebih dalam tentang proses dan teknologi yang mendasari formulasi produk kecantikan. Mereka menginginkan penjelasan yang ringkas, mudah dicerna, namun tetap informatif mengenai inovasi di balik setiap kemasan.
Keingintahuan konsumen terhadap teknologi kecantikan, meskipun bervariasi, memperlihatkan tren peningkatan yang jelas. Tesi menekankan bahwa mayoritas konsumen tidak mencari detail teknis yang rumit. Sebaliknya, mereka ingin memahami fungsi mendasar dari teknologi tersebut, bagaimana ia bekerja secara spesifik, dan yang terpenting, apa manfaat konkret yang bisa mereka peroleh. Fokusnya bukan hanya pada daftar bahan atau ingredient, melainkan pada kemampuan produk untuk memberikan solusi yang lebih tepat sasaran dan personal.
Kegiatan Beauty Science Tech 2026 by Paragoncorp di City Hall Pondok Indah Mall 3 pada 22-25 Januari 2026/Tempo- Ghaeiza Kay Rasuffi
Tesi lebih lanjut menjelaskan, pemahaman konsumen tentang kecantikan sering kali masih bersifat sederhana, terbatas pada pembagian tipe kulit dasar. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks; kondisi kulit dan kebutuhan setiap individu sangat dinamis, dipengaruhi oleh beragam faktor mulai dari lingkungan, gaya hidup, hingga karakteristik personal yang unik.
Menanggapi kompleksitas ini dan juga agar konsumen tidak merasa kewalahan, teknologi kecantikan terbaru yang banyak dicari dan dikembangkan oleh produsen adalah yang berbasis data, berorientasi personalisasi, dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Inovasi-inovasi ini krusial untuk membimbing konsumen di tengah lautan pilihan produk yang membanjiri pasar. “Terlalu banyaknya pilihan sering kali membuat konsumen merasa bingung atau overwhelmed,” kata Tesi. Oleh karena itu, teknologi hadir sebagai solusi untuk membantu mereka membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien, tanpa perlu mencoba-coba banyak produk.
Tesi menambahkan, inovasi yang dikembangkan oleh timnya di ParagonCorp berakar dari kebutuhan mendesak tersebut. Beauty tech yang mereka hadirkan dirancang sebagai alat bantu esensial untuk menyediakan panduan yang lebih personal dan relevan. Ini sekaligus membuka cakrawala edukasi bagi konsumen bahwa konsep kecantikan bukanlah solusi tunggal yang berlaku untuk semua orang, melainkan perjalanan personal yang unik.
Dengan pendekatan ini, teknologi tidak lagi diposisikan sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebagai jembatan yang menghubungkan produk kecantikan dengan kebutuhan spesifik dan nyata konsumen. Pergeseran paradigma ini membawa industri kecantikan melampaui sekadar mengejar tren, menjadi sebuah proses yang mendorong pemahaman diri yang lebih mendalam, terarah, dan sangat relevan dengan kondisi unik setiap individu.
Pilihan Editor: Tips Pilih Kosmetik dari BPOM, Jangan Sampai Beli yang Ilegal
Ghaeiza Kay Rasuffi
Ringkasan
Konsumen di industri kecantikan kini semakin cerdas dan selektif, tidak lagi hanya terpaku pada klaim hasil instan atau tren sesaat. Mereka lebih ingin memahami proses dan teknologi di balik formulasi produk, mencari penjelasan yang ringkas namun informatif tentang cara kerja dan manfaat konkret yang bisa mereka peroleh. Pergeseran ini menunjukkan keinginan konsumen terhadap solusi yang lebih tepat sasaran dan personal.
Menanggapi kompleksitas kebutuhan individu dan banyaknya pilihan produk, produsen kini mengembangkan teknologi kecantikan berbasis data, personalisasi, dan kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini bertujuan untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien, serta menyediakan panduan personal yang relevan. Dengan demikian, teknologi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan produk kecantikan dengan kebutuhan spesifik dan nyata konsumen.
