Mahasiswa korban bencana Sumatera dapat bantuan Rp 3,75 juta

KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan berbagai bantuan bagi mahasiswa maupun dosen yang terdampak bencana Sumatera. Jenis bantuan bagi mahasiswa dan dosen itu berupa biaya hidup bagi mereka selama dua sampai tiga bulan.

Advertisements

“Kami memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak bencana alam dengan total anggaran sebesar Rp 75.986.474.452,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Fauzan saat rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025.

Dalam rapat kerja tersebut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Mohammad Fauzan Adziman merinci bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak banjir dan longsor Sumatera tersebut. Mahasiswa yang terdampak bencana Sumatera ini akan mendapat bantuan biaya hidup selama tiga bulan. Bantuan akan diberikan secara langsung ke rekening penerima.

“Bantuannya biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk tiga bulan,” kata Fauzan.

Advertisements

Bantuan biaya hidup ini terbagi dalam dua program, yakni Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi dan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi. “Jadi, untuk mahasiswa, yaitu mahasiswa dalam Program Indonesia Pintar, sasarannya adalah mahasiswa terdampak bencana alam,” ujar Fauzan.

Total anggaran yang disediakan dalam program tersebut sebesar Rp 59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa. Sedangkan alokasi anggaran Program Afirmasi Pendidikan Tinggi sebesar Rp 11,62 miliar untuk 3.100 mahasiswa.

Sasaran penerima bantuan ini diprioritaskan untuk mahasiswa yang tempat tinggalnya terdampak bencana, yaitu yang rusak berat maupun rusak sedang. Kemudian prioritas kedua adalah mahasiswa yang orang tua atau walinya terdampak bencana sehingga ekonomi keluarga terganggu.

“Prioritas ketiga adalah mahasiswa dengan pertimbangan khusus, (yaitu) dikarenakan keterbatasan tidak ada akses untuk kembali ke tempat tinggalnya,” ujar Fauzan.

Di samping mahasiswa, bantuan biaya hidup itu akan diberikan juga kepada dosen yang terdampak bencana Sumatera. “Kami juga menyiapkan bantuan untuk dosen khususnya yang sedang melanjutkan studi,” kata Fauzan.

Dosen terdampak bencana Sumatera ini mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp 4.500.000 per bulan atau Rp 9.000.000 untuk dua bulan. Total dana bantuan yang disiapkan untuk 554 dosen ini sebesar Rp 4,98 miliar .

“Khusus untuk dosen yang sedang studi lanjut juga diberikan beberapa prioritas, pertama adalah penerima bantuan beasiswa bagi mahasiswa program doktor,” kata Fauzan.

Prioritas lainnya, dosen yang sedang melaksanakan studi lanjut dan dosen yang berasal dari homebase terdampak bencana dan sedang melaksanakan tugas belajar di luar Sumatera.

Banjir dan tanah longsor terjadi di 51 kabupaten dan kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada akhir November 2025. Sesuai dengan data Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) per Senin siang, 8 Desember 2025, korban meninggal akibat bencana Sumatera itu sebanyak 950 orang. BNPB juga mencatat sebanyak 274 orang masih dinyatakan hilang dan 5 ribu orang luka-luka.

Di samping itu, BNPB mencatat sebanyak 850 ribu sempat mengungsi akibat bencana tersebut. Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan sebanyak 156 ribu unit rumah, 435 jembatan, 534 sekolah, serta 1.200 fasilitas umum.

Pilihan Editor: Krisis Tenaga Medis di Daerah Bencana

Advertisements