Menlu: Dewan Perdamaian bukan untuk gantikan peran PBB

MENTERI Luar Negeri Sugiono menyatakan Dewan Perdamaian atau Board of Peace bukan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sugiono menyampaikan ini di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat, 23 Januari 2026, usai Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum Annual Meeting 2026.

Advertisements

Pilihan editor: Bagaimana KNKT Menyelidiki Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Ia berujar, Dewan Perdamaian lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza. Indonesia, Sugiono menjelaskan, bergabung dalam badan internasional itu dalam rangka menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian, dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza, Palestina.

“Oleh karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung,” kata Sugiono, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.

Advertisements

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu, Indonesia merupakan negara yang peduli pada perdamaian dan stabilitas internasional. Indonesia juga secara khusus memberikan perhatian terhadap situasi yang terjadi di Palestina.

Sugiono mengakui proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat. Kendati demikian, Prabowo memutuskan Indonesia bergabung menjadi bagian dari Dewan Perdamaian setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis. “Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya,” ujar Sugiono.

Keputusan tersebut, ia melanjutkan, juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York. Sugiono menuturkan bahwa sejumlah negara sepakat untuk bergabung, antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, hingga Mesir. “Dua hari sebelum penandatanganan, semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace,” tutur Sugiono.

Dia meyakini keberadaan Dewan Perdamaian merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian di Palestina. Kehadiran negara-negara tersebut diharapkan bisa memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

Adapun Dewan Perdamaian adalah inisiatif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Salah satu tujuannya termasuk untuk mengawasi langkah pembangunan di Gaza, Palestina setelah gempuran Israel.

Presiden Prabowo menandatangani piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace Charter pada Kamis, 22 Januari 2026. Peluncuran Dewan Perdamaian ini berlangsung di sela-sela World Economic Forum Annual Meeting 2026 yang berjalan di Davos, Swiss.

Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto mengklaim adanya perkembangan positif di wilayah Gaza. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam forum tersebut sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tutur Prabowo kepada awak media, di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Pilihan editor: Cerita Warga Petogogan sebelum Banjir Rendam Rumahnya

Advertisements