Nicholas Saputra ingatkan pelestarian alam di desa wisata

DUTA Bakti BCA Nicholas Saputra mengajak para pelaku usaha wisata untuk menekankan pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang menjunjung prinsip keberlanjutan secara konsisten. Menurutnya penting bagi pelaku usaha wisata untuk menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, pelestarian alam dan budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal. “Setiap destinasi memiliki karakter dan cerita yang unik, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 7 Januari 2025.

Advertisements

melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA, menggelar Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA. Kegiatan ini harapannya bisa mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang mengedepankan aspek berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada 29-30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali ini menghadirkan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, serta diikuti oleh 10 desa dan komunitas wisata yang tergabung dalam Desa Bakti BCA.

Menurut Nicholas Saputra, forum seperti ini menjadi ruang bagi para pelaku di sektor pariwisata untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Ia pun merasa mendapatkan ilmu baru di forum itu. “Saya meyakini bahwa pengembangan destinasi yang menghormati kelestarian lingkungan dan budaya, melibatkan masyarakat lokal, serta mengutamakan kualitas pengalaman wisata, akan memperkuat keberlanjutan desa wisata,” katanya.

Dengan kolaborasi antar pihak tersebut, aktor tersebut yakin industri pariwisata bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat terus dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi destinasi dan lingkungan sekitarnya,” ujar Nicholas Saputra.

Advertisements

Melalui forum ini, para perwakilan pengurus desa wisata memperoleh pembelajaran langsung dari sejumlah pelaku pariwisata, khususnya terkait tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab, berstandar tinggi, dan selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Para peserta mendapatkan kesempatan untuk benchmarking ke Desa Wisata Penglipuran, cooking class di Taman Dukuh, dan melakukan diskusi bersama Duta Bakti BCA Nicholas Saputra dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Pemilihan Desa Wisata Penglipuran sebagai tujuan benchmarking berdasarkan reputasi desa tersebut sebagai salah satu dari daftar Best Tourism Village versi United Nations World Tourism Organization (UNWTO/UN Tourism). Sementara itu, pemilihan Nicholas Saputra sebagai narasumber berdasarkan rekam jejaknya sebagai salah satu pelaku usaha di sektor pariwisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta penciptaan pengalaman wisata yang berkualitas.

Hera mengatakan diskusi bertajuk Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA ini harapannya bisa memperkuat kapasitas desa dan komunitas wisata binaan agar mampu mengelola destinasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hera meyakini bahwa pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari volume kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang bermakna, penerapan standar layanan yang unggul, serta kemampuannya dalam memberikan dampak positif bagi perekonomian, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan setempat. “Kami berharap para peng

Adapun 10 perwakilan pengurus Desa Bakti BCA yang mengikuti Sharing Session Quality Tourism ini berasal dari Desa Wisata Hijau Bilebante, Nusa Tenggara Barat; Kampung Adat Nagari Sijunjung, Sumatra Barat; Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta; Wisata Wayang Desa Wukirsari, Yogyakarta; Kampung Adat Prai Ijing/Tebara, Nusa Tenggara Timur; Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur; Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur; Desa Wisata Patakbanteng, Jawa Tengah; Desa Wisata Tamansari, Jawa Timur; dan Desa Wisata Taro, Bali.

Saat ini, BCA membina 27 desa wisata secara intensif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah Desa Bakti BCA tersebut juga telah menorehkan berbagai capaian melalui penghargaan berskala nasional maupun internasional.

Pilihan Editor: 4 Cara Healing Ala Nicholas Saputra

Advertisements