
DIREKTUR Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin mengatakan, okupansi penumpang kereta api sudah mencapai 83 persen pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka tersebut persentase dari tiket periode Nataru yang terjual dari yang disediakan sebanyak 3,5 juta.
“Nanti akan mencapai puncaknya di tanggal 28 Desember dan arus balik tanggal 3 dan 4 Januari,” katanya dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.
Bobby mengatakan KAI tetap mengutamakan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan terbaik terhadap pelanggan. Hal lain yang terpenting adalah ketepatan waktu keberangkatan.
Pada Nataru 2025/2026, KAI menyediakan sebanyak 3.506.104 tiket untuk kereta api jarak jauh dan kereta api lokal. Tiket tersebut tersedia untuk seluruh layanan KAI di Indonesia dengan jumlah terbanyak di Pulau Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan, pemerintah telah memberikan diskon tiket transportasi sebesar 30 persen. Porsi tiket kereta api tersedia untuk 1,5 juta orang.
AHY juga berpesan kepada jajaran KAI agar memberikan pelayanan prima kepada penumpang. “Faktor keselamatan kami dahulukan, tetapi ketepatan waktu juga tidak boleh kami abaikan,” ucap AHY.
Dalam kunjungannya ke Stasiun Gambir, AHY menyempatkan waktu meninjau langsung peron dan rangkaian Kereta Api Cakrabuana tujuan Stasiun Cirebon yang akan berangkat. Lima belas menit sebelum keberangkatan, dia menyempatkan diri menyapa penumpang dan berfoto bersama mereka.
Saat pukul 10.50—waktu keberangkatan KA Cakrabuana, AHY secara simbolis sebagai Petugas Pemberangkatan Kereta Api meniup peluit panjang. Peluit tersebut menandakan kereta diizinkan berangkat.
Pilihan Editor: Berapa Kerugian Pengusaha Akibat Pembatasan Angkutan Barang
