Paspor Singapura terkuat di dunia, Indonesia peringkat ke-64

Dalam pembaruan terbaru yang sangat dinantikan dari Indeks Paspor Henley, Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan paspor terkuat di dunia untuk tahun 2026. Keunggulan ini menempatkan paspor Singapura di puncak daftar dengan kemampuan akses bebas visa ke jumlah destinasi yang luar biasa. Sementara itu, beberapa negara berhasil mempertahankan peringkat mereka, menunjukkan stabilitas dalam kekuatan paspornya. Namun, ada pergeseran signifikan bagi Amerika Serikat yang harus rela turun satu peringkat, dari posisi ke-9 pada tahun 2025.

Advertisements

Indeks Paspor Henley, yang telah menjadi tolok ukur otoritatif selama dua dekade terakhir, menyusun peringkat seluruh paspor global berdasarkan data eksklusif dari Timatic Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA). Metodologi indeks ini sederhana namun krusial: mengukur jumlah destinasi yang dapat diakses oleh pemegang paspor tanpa memerlukan visa sebelumnya. Singapura memimpin dengan akses bebas visa ke 192 destinasi, sebuah pencapaian yang menyoroti konektivitas globalnya. Sebaliknya, Afghanistan berada di peringkat terakhir dengan hanya 24 destinasi bebas visa, menunjukkan jurang mobilitas yang sangat lebar.

Christian H. Kaelin, sosok di balik lahirnya Henley Passport Index dan pemimpin Henley & Partners, menyoroti evolusi dramatis dalam mobilitas global selama 20 tahun terakhir. “Mobilitas global memang telah berkembang secara signifikan, namun manfaatnya tidak terdistribusi secara merata,” ujarnya, seperti dikutip dalam situs Henley Global. Ia menambahkan bahwa “hak istimewa paspor memainkan peran penting dalam membentuk peluang, keamanan, dan partisipasi ekonomi, namun keuntungan mobilitas semakin terkonsentrasi di antara negara-negara yang paling kuat secara ekonomi dan politik di dunia.” Pernyataan ini menegaskan adanya kesenjangan yang mencolok dalam akses dan kemudahan perjalanan internasional.

Di sisi lain, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memproyeksikan bahwa maskapai penerbangan global akan mengangkut lebih dari 5,2 miliar penumpang tahun ini, menandakan peningkatan signifikan dalam perjalanan udara. Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh, menekankan bahwa kemudahan akses perjalanan secara langsung berkorelasi dengan peningkatan manfaat ekonomi dan sosial. Meski demikian, Walsh juga memperingatkan bahwa paspor fisik saja mungkin tidak lagi cukup untuk melintasi perbatasan di masa depan. “Banyak pemerintah berupaya untuk memperketat pengamanan perbatasan mereka, kemajuan teknologi seperti identitas digital dan paspor digital tidak boleh diabaikan oleh para pembuat kebijakan,” tegasnya, menyoroti pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan keamanan global.

Advertisements

Berikut adalah peringkat 10 besar paspor terkuat di dunia menurut situs web resmi Henley Global, yang memberikan gambaran jelas tentang kekuatan paspor global:

  • 1. Singapura: Mendominasi dengan akses bebas visa ke 192 destinasi.
  • 2. Jepang dan Korea Selatan: Berbagi posisi kedua dengan akses bebas visa ke 188 destinasi.
  • 3. Denmark, Luksemburg, Spanyol, Swedia, dan Swiss: Bersama-sama di peringkat ketiga, menawarkan akses bebas visa ke 186 destinasi.
  • 4. Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, dan Norwegia: Kelompok besar ini berada di posisi keempat, memungkinkan akses bebas visa ke 185 negara.
  • 5. Hongaria, Portugal, Slovakia, Slovenia, dan Uni Emirat Arab: Menempati peringkat kelima dengan akses bebas visa ke 184 negara.
  • 6. Kroasia, Ceko, Estonia, Malta, Selandia Baru, dan Polandia: Berada di posisi keenam, menyediakan akses bebas visa ke 183 negara.
  • 7. Australia, Latvia, Liechtenstein, dan Inggris Raya: Berbagi peringkat ketujuh, dengan akses bebas visa ke 182 negara.
  • 8. Kanada, Islandia, dan Lituania: Di posisi kedelapan, menawarkan akses bebas visa ke 181 negara.
  • 9. Malaysia: Berada di peringkat kesembilan dengan akses bebas visa ke 180 negara.
  • 10. Amerika Serikat: Menutup daftar sepuluh besar dengan akses bebas visa ke 179 negara. Penurunan ini cukup mencolok mengingat AS pernah menduduki posisi teratas pada tahun 2006 dan 2014, dan ini adalah kali pertama paspor AS turun hingga posisi ke-10 dalam indeks tersebut.

Selain negara-negara papan atas, beberapa sorotan menarik lainnya muncul dari laporan ini. Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan peningkatan yang luar biasa, melonjak 57 peringkat ke posisi ke-5. Sejak tahun 2006, UEA telah berhasil menambahkan 149 destinasi bebas visa, kini mencapai 184 destinasi. Prestasi ini sebagian besar didorong oleh keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan dan kebijakan liberalisasi visa yang proaktif.

Dilansir dari Travel and Leisure Asia, kinerja negara-negara Asia lainnya juga menjadi perhatian. Hong Kong menempati peringkat ke-15 dalam indeks, dengan akses bebas visa ke 171 negara. Thailand berada di posisi ke-60 dengan 79 destinasi bebas visa. Sementara itu, Indonesia menempati urutan ke-64, menawarkan akses ke 74 destinasi bebas visa, dan India berada di posisi ke-80 dengan akses ke 55 destinasi bebas visa.

Pilihan editor: Alasan Dilarang Tersenyum saat Foto Paspor

Advertisements