
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara menempuh jalur laut untuk pengiriman LPG ke Banda Aceh. Langkah ini diambil karena akses darat yang di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih karena diterjang banjir bandang dan tanah longosr pada akhir November lalu.
Teranyar, Pertamina mengirimkan 990 metrik ton LPG ke Banda Aceh melalui kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe. Pengiriman tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga di tengah keterbatasan distribusi darat,” kata Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw dalam keterangan tertulis, Ahad, 14 Desember 2025.
Selain LPG, Fahrougi mengatakan distribusi BBM juga menghadapi tantangan di wilayah Aceh Tamiang. Pertamina, kata dia, memperkuat suplai dengan memanfaatkan jalur distribusi yang masih dapat dilalui agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Saat ini, dua SPBU di Aceh Tamiang beroperasi menggunakan genset karena pasokan listrik belum pulih. Pertamina juga menyalurkan BBM menggunakan drum dan sistem sedot manual sebagai solusi sementara di tengah keterbatasan sarana operasional.
“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan mengatur waktu pengisian agar tidak terjadi penumpukan di SPBU,” kata Fahrougi.
Fahrougi menyatakan pemulihan distribusi energi dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai pihak. “Fokus utama diarahkan pada layanan publik, rumah sakit, serta kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan,” katanya.
Provinsi Aceh menjadi salah satu dari tiga wilayah di Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor pada 26 November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 419 orang meninggal dunia dan 32 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat puluhan jembatan penghubung antarkota dan kabupaten di Aceh rusak berat. Dari jumlah tersebut, 18 jembatan utama pada ruas jalan nasional dilaporkan putus.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan penanganan darurat dilakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah. “Fokus utama diarahkan pada pemulihan konektivitas untuk mendukung distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat,” kata Dody melalui keterangan tertulis, Kamis, 11 Desember 2025.
Ia mengatakan pemulihan di wilayah Aceh bagian tengah lebih kompleks karena banyak jembatan hanyut. Pada ruas Kota Bireuen–Batas Bener Meriah, pemasangan jembatan Bailey di Jembatan Teupin Mane ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025.
Akses menuju Aceh Tengah yang terdampak enam jembatan putus dipulihkan secara bertahap dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2025. Penanganan ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara dijadwalkan selesai pada 28 Desember 2025.
Adapun ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane menunjukkan kemajuan setelah pemasangan jembatan Bailey dan penanganan longsor di tiga titik. Meski demikian, sejumlah lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan, terutama pada jembatan putus dan area longsor besar.
Kementerian PU telah menyiapkan dan memasang material bronjong, armco, dan geotekstil secara bertahap. Lintas tengah Aceh tercatat menjadi kawasan paling terdampak dengan 13 jembatan terputus.
Pilihan Editor: Bahlil dan PLN Minta Maaf Listrik Masih Padam di Aceh
