Pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III hasilkan perbaikan bagi 57 taman nasional

Solderpanas – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Charles III di Lancaster House, London, pada Rabu (21/1). Menurutnya, pertemuan itu membahas kerja sama lingkungan hidup antara Indonesia dan Inggris.

Advertisements

“Bapak Presiden bertemu dengan Raja Charles ke-3. Kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 Taman Nasional di Indonesia,” kata Teddy di Bandar Udara London Stansted, Inggris, sebagaimana tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1).

Menurut Teddy, kerja sama tersebut mencerminkan keseriusan kedua negara dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan kawasan konservasi di Indonesia.

“Kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 Taman Nasional di Indonesia,” ujarnya.

Advertisements

Tak Hanya Thomas Djiwandono, Ini Dua Nama Lain Kandidat Deputi Gubernur BI Usulan Prabowo

Ia menambahkan, sejumlah taman nasional saat ini sudah mulai menjadi bagian dari program pemulihan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Kemudian yang sudah berlangsung sekarang itu ada Taman Nasional di Way Kambas terkait gajah, kemudian juga ada di Puseangan di Aceh,” ungkapnya.

Teddy menyebut, kawasan konservasi di Aceh tersebut memiliki sejarah tersendiri karena berasal dari lahan milik Presiden Prabowo. Bahkan, saat ini dikelola oleh World Wildlife Fund (WWF) untuk konservasi gajah.

“Itu sebenarnya tanah milik Bapak Presiden, kemudian beberapa tahun lalu beliau berikan ke negara untuk dikelola oleh WWF untuk konservasi gajah,” bebernya.

Langkah tersebut, lanjut Teddy, merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo terhadap pelestarian satwa dan lingkungan hidup di Indonesia. Terkait luas lahan yang dikelola, Teddy menyebut area tersebut mencakup wilayah yang cukup besar dengan fungsi konservasi yang beragam.

“Lahannya sendiri kurang lebih 90.000 hektar totalnya, tapi ada memencar-mencar, tapi tidak seluruhnya untuk konservasi gajah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Teddy menyatakan pengelolaan kawasan akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan ekosistem yang ada di masing-masing taman nasional. Karena itu, ia berharap kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan lingkungan di Indonesia.

“Nanti akan disesuaikan oleh WWF mana yang untuk gajah, mana yang untuk ekosistem lainnya,” pungkasnya.

Advertisements