
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan bencana dengan mendistribusikan bantuan logistik skala besar. Lima truk penuh kebutuhan esensial dikirimkan untuk meringankan beban para korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga. Proses pendistribusian dilakukan secara sigap pada Kamis malam, 4 Desember 2025, berpusat dari posko logistik di Gudang Pamobvit Polda Sumut, memastikan bantuan segera sampai ke tangan yang membutuhkan.
Komisaris Besar Parhorian Lumban Gaol, selaku Direktur Pamobvit Polda Sumut, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan harian yang sangat mendesak bagi para korban terdampak. Beliau menegaskan bahwa pengiriman dilakukan dalam jumlah besar secara langsung untuk memastikan ketersediaan pasokan. “Bantuan ini sebanyak lima truk yang berisi bahan makanan, peralatan mandi, hingga perlengkapan untuk beristirahat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Parhorian, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat, 5 Desember 2025.
Setiap truk pengangkut bantuan logistik ini memuat beragam item esensial, antara lain 400 karung beras, 100 buah Aqua Viva, 150 dus air mineral, 300 kotak mi instan, 20 kotak biskuit, delapan kotak sarden, serta dua kotak popok bayi. Tak hanya itu, turut disertakan 50 lembar tikar dan 10 unit kasur single untuk mendukung kenyamanan di lokasi pengungsian. Parhorian menambahkan, seluruh distribusi bantuan ini akan diprioritaskan sepenuhnya bagi warga yang terdampak langsung bencana dan mereka yang tengah berada di titik-titik pengungsian.
Di tengah upaya penyaluran bantuan di tingkat regional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data terkini mengenai dampak bencana ekologis yang masif. Bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November lalu ini telah menimbulkan kerugian jiwa yang signifikan. Berdasarkan informasi dari Geoportal Data Bencana Indonesia milik BNPB, yang diakses pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 06.58 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat musibah ini telah mencapai 883 jiwa, menunjukkan penambahan 47 korban hanya dalam satu hari.
Selain angka korban jiwa yang terus meningkat, data yang sama juga mencatat bahwa 520 orang masih dinyatakan hilang, bertambah dua jiwa dari laporan hari sebelumnya. Situasi ini diperparah dengan lonjakan drastis pada jumlah korban luka-luka. Angka korban luka-luka telah berlipat ganda, dari 2.200 menjadi 4.200 jiwa, terhitung hingga Sabtu pagi, mencerminkan skala keparahan dampak bencana ini.
BNPB juga merinci dampak korban per provinsi yang terdampak. Di Sumatera Utara, tercatat 312 orang meninggal dunia dan 133 orang masih dalam pencarian. Sementara itu, Provinsi Aceh melaporkan 345 korban meninggal dengan 174 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Adapun di Sumatera Barat, data menunjukkan 226 orang tewas dan 213 individu belum ditemukan, menegaskan parahnya krisis kemanusiaan di ketiga wilayah tersebut.
Dede Leni Mardianti turut berkontribusi dalam penyusunan artikel ini.
Pilihan Editor: Kapolri: Ada Dugaan Pelanggaran di Balik Kayu Gelondongan Banjir Sumatera
Ringkasan
Polda Sumatera Utara telah mendistribusikan lima truk bantuan logistik ke korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah serta Kota Sibolga pada Kamis malam, 4 Desember 2025. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan seperti beras, mi instan, dan air mineral, serta peralatan mandi, tikar, kasur, dan popok bayi. Direktur Pamobvit Polda Sumut, Kombes Parhorian Lumban Gaol, menyatakan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak, khususnya yang berada di titik-titik pengungsian.
Penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah dampak bencana ekologis masif yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November. Menurut data BNPB per 6 Desember 2025, bencana tersebut telah mengakibatkan 883 korban jiwa, 520 orang hilang, dan 4.200 korban luka-luka di ketiga provinsi. Di Sumatera Utara sendiri, tercatat 312 orang meninggal dunia dan 133 orang masih dalam pencarian akibat musibah ini.
