Prabowo Berencana Bangun 30 Fakultas Kedokteran Baru

PRESIDEN Prabowo Subianto berencana membangun 30 fakultas kedokteran di Indonesia. Bagi kampus yang sudah memiliki fakultas kedokteran, Prabowo berencana menambah kuota mahasiswa kedokteran.

Advertisements

“Saya minta ditambah alokasi mahasiswanya,” kata dia saat memberikan sambutan dalam peresmian Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (RS KEI), Surakarta, Rabu, 19 November 2025 dipantau YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo juga berencana menambah alokasi beasiswa untuk mahasiswa kedokteran. Dia mengupayakan sebagian besar mahasiswa kedokteran akan mendapatkan beasiswa penuh.

“Khusus untuk dokter, saya upayakan bahwa sebagian besar, kalau bisa semuanya, insyaallah bisa, itu beasiswa penuh. Jadi pendidikan kita akan tambah beasiswa penuh untuk kedokteran, perawat, dan tenaga paramedis,” ujar dia.

Advertisements

Kepala Negara juga meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membuat RS dengan standar setara RS KEI di tiap kabupaten/kota. Prabowo menargetkan RS itu bisa dibangun dalam 4 tahun ke depan. “Dalam 4 tahun yang akan datang. Kami akan mencapai itu. Kami yang jelas saya akan alokasikan biaya besar untuk pelayanan kesehatan,” kata dia.

Prabowo juga meyakinkan Menteri kesehatan bisa membangun 66 rumah sakit baru dengan standar mirip RS KEI. Prabowo meminta Budi menjawab bisa ketika ditanya kesanggupan membuat rumah sakit baru mirip RS KEI yang berstandar internasional. “Saya minta bahwa 66 ini diupayakan tidak kalah dengan standar RS KEI,” kata Prabowo.

Prabowo meresmikan Rumah Sakit KEI di Surakarta hari ini. Acara ini merupakan tindak lanjut dari hibah strategis Uni Emirat Arab (UEA) untuk mendukung sistem layanan jantung nasional dan meningkatkan kapasitas rujukan kardiovaskular di Jawa Tengah, DIY, dan wilayah sekitarnya.

RS KEI adalah bentuk kolaborasi kesehatan berskala besar Indonesia–UEA, dibangun pada periode 2023–2025 dan telah melakukan soft launching serta serah terima pada 29 September 2025.

September 2025 lalu, Prabowo berencana membuka 30 fakultas kedokteran di sejumlah universitas. Namun, Prabowo belum menyebut kapan rencana itu akan dilakukan. Kepala Negara juga akan membuka 148 program studi (prodi) baru di 57 fakultas kedokteran pada tahun ini. Rincinya, 125 prodi spesialis dan 23 prodi subspesialis.

Tujuan membuka fakultas kedokteran dan prodi tersebut untuk mengejar kekurangan dokter di Indonesia. Prabowo menyebutkan Indonesia kekurangan 70 ribu dokter spesialis dan 140 ribu dokter umum. “Kalau tidak segera, bisa tunggu 35 tahun,” ujar Prabowo saat peresmian gedung baru Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono di kawasan Cawang, Jakarta, pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Prabowo mengatakan kampus hanya menghasilkan 12 ribu dokter umum dan 2.700 dokter spesialis tiap tahun. Jumlah tersebut dinilai tidak akan cukup untuk mengisi kekurangan dokter. Prabowo meminta menteri-menteri melakukan langkah cepat dan mengambil inovasi untuk mengejar pembangunan Indonesia. “Mengejar kesejahteraan Indonesia itu tidak bisa business as usual, tidak bisa,” ujar dia.

Selain itu, Prabowo menargetkan membangun 500 rumah sakit di setiap kabupaten. Dia menargetkan pembangunan itu selesai dalam 4 tahun. “Jadi bagaimana menteri kesehatan mencari cara agar 500 rumah sakit berkualitas bagus harus ada di semua kabupaten di Indonesia,” ujar dia.

Pernyataan Prabowo yang berencana membuka dan menambah jumlah fakultas kedokteran bukan kali pertama. Dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 16 Agustus 2025, Prabowo sudah mengatakan berencana membuka 148 prodi baru di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia tahun ini. Penambahan prodi itu bertujuan mengatasi kekurangan jumlah dokter dan dokter spesialis.

Kepala Negara juga akan menambah kuota mahasiswa penerima beasiswa. Namun dia tidak menjelaskan jumlah kuota yang ditambah. “Kami akan tambahkan 25 prodi umum dan prodi gigi serta meningkatkan kuota mahasiswa kedokteran yang mendapat beasiswa,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Pilihan Editor: Masalah Transparansi di Balik Beasiswa LPDP

Advertisements