
Era baru sepak bola nasional Indonesia telah resmi dimulai. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan bangga mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini diperkenalkan kepada publik melalui situs web resmi PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Herdman mengambil alih tongkat kepelatihan dari Patrick Kluivert, yang sebelumnya dipecat oleh PSSI pada Oktober lalu. Dengan usianya yang menginjak 50 tahun, ia mengemban tugas berat: membawa Timnas Indonesia meraih prestasi gemilang, khususnya di ajang Piala AFF dan Piala Asia yang akan berlangsung tahun depan.
Dalam pernyataan resminya, PSSI menegaskan, “PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional.” Pengumuman ini menjadi titik awal harapan baru bagi para penggemar sepak bola Tanah Air.
Antusiasme PSSI terhadap kehadiran pelatih berusia 50 tahun ini sangat tinggi. Berbagai rekam jejak dan pengalaman Herdman menjadi fondasi utama penunjukannya. Ia dikenal sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara untuk lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA, sebuah pencapaian yang menandakan keahlian dan adaptabilitasnya di level tertinggi.
Pengalaman Herdman dalam melatih tim nasional memang tidak diragukan lagi. Sejak tahun 2018, ia telah menangani Tim Nasional Kanada, sebuah periode di mana ia menunjukkan kapasitasnya sebagai juru taktik andal. Puncak prestasinya bersama Kanada adalah keberhasilannya membawa tim tersebut lolos ke ajang akbar Piala Dunia 2022, setelah puluhan tahun absen dari turnamen bergengsi itu.

Statistiknya selama memimpin Timnas Kanada juga terbilang gemilang. Dari total 58 pertandingan, John Herdman berhasil membukukan 36 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya menelan 15 kekalahan. Angka ini mencerminkan dominasi dan efektivitas strateginya di lapangan.
Di bawah arahannya, Timnas Kanada juga menunjukkan produktivitas gol yang impresif dengan total 147 gol yang berhasil dicetak, sementara gawang mereka hanya kebobolan 53 kali. Namun, perjalanan Kanada di putaran final Piala Dunia memang kurang beruntung; sayangnya, Herdman belum berhasil membawa timnya meraih satu kemenangan pun di turnamen akbar tersebut.
