SEA Games: Timnas U-22 dibungkam Filipina, kans lolos semifinal menipis

Tim Nasional Indonesia U-22 mengawali perjalanan mereka di ajang SEA Games dengan hasil yang kurang memuaskan. Bertanding dalam laga perdana Grup C melawan Filipina di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Thailand, pada Senin (8/12), skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan lawan setelah takluk tipis 0-1.

Advertisements

Dalam pertandingan krusial tersebut, Coach Indra Sjafri menurunkan susunan pemain terbaiknya. Starting XI Timnas Indonesia U-22 diisi oleh Cahya Supriadi di bawah mistar gawang, dengan kuartet belakang Dion Markx, Kadek Arel, Muhammad Ferarri, dan Dony Tri Pamungkas. Lini tengah dipercayakan kepada Raka Cahyana, Rivaldo Pakpahan, Ivar Jenner, dan Rayhan Hannan, sementara Rafael Struick dan Mauro Zijlstra menjadi tumpuan di lini serang.

Di sisi lain, Filipina juga tampil dengan kekuatan penuh. Susunan pemain awal mereka antara lain N. Guimaraes, Santiago Rublico, N. Leddel, J. Rosquillo, G. Guimaraes, Sandro Miguel Sison Reyes, Gavin Alonzo Muens, Javier Alessandro Jacutin Mariona, A. Monis, O. Banatao, dan D. Demuynck.

Sejak peluit awal dibunyikan, Timnas Indonesia U-22 berusaha tampil menekan dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, babak pertama berlangsung cukup berimbang, dengan kedua tim saling melancarkan serangan. Perbedaan krusial akhirnya tercipta di masa injury time babak pertama, tepatnya pada menit 45+1, ketika Filipina berhasil memecah kebuntuan.

Advertisements

Gol tersebut bermula dari sebuah lemparan ke dalam yang dieksekusi oleh Gavin Alonzo Muens. Bola yang sempat memantul ke tanah langsung disambut dengan sundulan terarah oleh Otu Banatao, dan kiper Cahya Supriadi tidak mampu menjangkau bola tersebut. Keunggulan 0-1 untuk Filipina bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Coach Indra Sjafri segera melakukan beberapa perubahan strategis guna mempertajam lini depan dan mencari gol penyeimbang. Beberapa pemain yang dimasukkan di antaranya adalah Hokky Caraka, Frengky Missa, Rahmat Arjuna, Toni Firmansyah, dan Robi Darwis, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi permainan tim.

Meskipun telah melakukan berbagai upaya dan menciptakan beberapa peluang emas di sisa waktu pertandingan, skuad Garuda Muda gagal mengkonversi kesempatan tersebut menjadi gol. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 0-1 tidak berubah, memastikan kekalahan bagi Indonesia di laga perdana Grup C.

Hasil kekalahan ini tentu saja mempersulit peluang Indonesia untuk lolos dari fase grup. Dengan hanya satu pertandingan tersisa, Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Myanmar pada tanggal 12 Desember. Meskipun demikian, Indonesia dipastikan tidak bisa lagi menjadi juara grup, karena Filipina telah mengamankan posisi puncak dengan dua kemenangan. Mereka sebelumnya berhasil mengalahkan Myanmar dengan skor 2-0, dan kini telah mengoleksi 6 poin penuh.

Dengan kondisi demikian, satu-satunya jalur bagi Timnas Indonesia U-22 untuk melaju ke semifinal adalah melalui jalur runner-up terbaik. Hal ini menuntut mereka untuk meraih kemenangan di laga terakhir melawan Myanmar sambil berharap hasil dari grup lain memungkinkan mereka untuk lolos.

Ringkasan

Tim Nasional Indonesia U-22 mengawali SEA Games Grup C dengan kekalahan tipis 0-1 dari Filipina pada laga perdana di Thailand. Gol semata wayang Filipina tercipta di masa injury time babak pertama, tepatnya menit 45+1, melalui sundulan Otu Banatao. Meskipun melakukan berbagai upaya dan pergantian strategis di babak kedua, skuad Garuda Muda gagal mencetak gol penyama kedudukan.

Hasil kekalahan ini sangat mempersulit peluang Indonesia U-22 untuk lolos ke babak semifinal. Filipina kini telah mengamankan posisi juara grup dengan enam poin dari dua kemenangan. Indonesia wajib memenangkan laga terakhir melawan Myanmar dan berharap dapat melaju sebagai runner-up terbaik.

Advertisements