
Provinsi Aceh menghadapi salah satu bencana banjir terparah pada akhir pekan ini, merendam sejumlah wilayah dan menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat. Di tengah kondisi darurat ini, para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh penjuru Aceh menunjukkan dedikasi luar biasa, bahu-membahu dalam melaksanakan tugas kemanusiaan mereka.
Secara sigap, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya difokuskan untuk siswa di sekolah-sekolah penerima manfaat, kini dialihkan sepenuhnya untuk membantu warga terdampak banjir. Pengalihan ini dilakukan mengingat sekolah-sekolah di wilayah bencana terpaksa diliburkan, sehingga kebutuhan gizi mendesak beralih ke posko pengungsian dan rumah-rumah warga yang terisolir.
Skala bantuan ini cukup masif, seperti diungkapkan oleh Mustafa Kamal, Kepala Regional BGN Nangroe Aceh Darussalam. Berbicara dari Kota Banda Aceh, Kamal menjelaskan bahwa di ibu kota provinsi saja, 15 unit SPPG telah berhasil mendistribusikan sebanyak 45.000 paket makanan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.

Upaya distribusi makanan serupa juga gencar dilakukan di berbagai wilayah lain. Di Kota Subulussalam, 9 unit SPPG telah menyalurkan 27.000 paket makanan, sementara di Kota Sabang, meskipun hanya dengan 2 SPPG, sebanyak 6.000 paket makanan berhasil didistribusikan. “Adapun di Kabupaten Aceh Besar, 11 SPPG mendistribusikan 33.000 paket makanan,” terang Mustafa dari Banda Aceh pada hari Sabtu (29/11).
Di sisi selatan Aceh, Kabupaten Aceh Selatan tercatat menerima 18.000 paket makanan yang disalurkan oleh 6 SPPG. Jumlah yang sama, yakni 18.000 paket makanan, juga berhasil didistribusikan oleh 6 SPPG di Kabupaten Aceh Singkil. Meski dengan keterbatasan, Kabupaten Aceh Tengah yang hanya memiliki 1 SPPG, tetap menunjukkan semangat tinggi dengan menyalurkan 3.000 paket makanan vital kepada warga.

Tak ketinggalan, Kabupaten Aceh Tenggara tampil sebagai salah satu penyalur terbesar dengan 18 SPPG yang berhasil mendistribusikan 54.000 paket makanan. Di Kabupaten Aceh Timur, 5 SPPG berkontribusi dengan 15.000 paket makanan. “Sedangkan di Kabupaten Aceh Utara yang baru memiliki 1 SPPG, kami mendistribusikan 3.000 paket makanan,” tambah Kamal.
Gelombang bantuan terus mengalir ke berbagai pelosok. Kabupaten Pidie menerima 24.000 paket makanan dari 8 SPPG. Di Kabupaten Nagan Raya, 6 SPPG menyalurkan 18.000 paket. Sementara itu, Kabupaten Aceh Barat, meskipun baru memiliki 1 SPPG, tak luput dari upaya bantuan dengan 3.000 paket makanan terdistribusi. Terakhir, Kabupaten Bireuen berhasil menyalurkan 15.000 paket makanan melalui 5 SPPG yang beroperasi.
Secara keseluruhan, operasi kemanusiaan ini melibatkan 94 unit SPPG yang telah tersebar di 14 Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Aceh, yang dikenal juga sebagai Serambi Makkah. Seluruh Koordinator Wilayah dan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) turut ambil bagian, bahu-membahu di garda terdepan, memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak bencana.
Dengan sinergi dan kerja keras tersebut, Mustafa Kamal menegaskan, “Sampai saat ini, selama bencana banjir yang melanda wilayah Provinsi Aceh, total telah terdistribusi sebanyak 282.000 paket makanan.” Angka ini merefleksikan skala besar upaya bantuan yang telah dan terus dilakukan untuk meringankan beban masyarakat Aceh.
