
Solderpanas – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, angkat bicara menanggapi fenomena semakin banyaknya pemain diaspora yang memilih berkarier di kompetisi sepak bola Tanah Air, khususnya setelah kabar terbaru bergabungnya Shayne Pattynama dengan Persija Jakarta. Tren ini memicu diskusi hangat di kalangan penggemar dan pemerhati sepak bola nasional.
Shayne Pattynama secara resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Persija Jakarta pada Jumat (23/1). Bek kiri tangguh ini didatangkan dengan status permanen dari klub raksasa Thailand, Buriram United FC, dan telah menandatangani kontrak berdurasi 2,5 musim bersama tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Keputusan Shayne Pattynama untuk berlabuh ke klub ibu kota memang menuai beragam reaksi. Di satu sisi, kedatangannya disambut antusias oleh para pendukung setia Persija, The Jakmania, yang menaruh harapan besar padanya. Namun, di sisi lain, tak sedikit pula suara-suara sumbang yang melontarkan kritik. Mereka berpendapat bahwa di usia 27 tahun, Shayne dianggap terlalu muda dan masih memiliki peluang besar untuk berkarier di liga-liga Eropa.
Shayne Pattynama Resmi ke Persija Jakarta, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Ikut Diburu Klub Super League?
Bergabungnya Shayne Pattynama kian memperpanjang deretan nama pemain diaspora Timnas Indonesia yang memutuskan untuk melanjutkan kiprahnya di kompetisi domestik. Sebelumnya, beberapa nama beken telah lebih dulu mengambil langkah serupa, di antaranya bek senior Jordi Amat yang juga membela Persija. Selain itu, ada Thom Haye dan Eliano Reijnders di Persib Bandung, Rafael Struick di Dewa United Banten FC, serta Jens Raven di Bali United FC, yang menunjukkan tren menarik ini.
Menanggapi fenomena ini, John Herdman, arsitek Timnas Indonesia, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa keberadaan para penggawa Garuda, baik yang bermain di liga domestik maupun di luar negeri, memiliki peran yang sama pentingnya dalam memperkuat skuad Merah Putih.
Herdman menjelaskan bahwa pemain yang berkarier di luar negeri, terutama di Eropa, sangat dibutuhkan untuk memperkaya pengalaman bertanding dan membawa nuansa kualitas yang berbeda ke dalam tim. “Saya pikir itu sangat penting,” ujar Herdman yang dikutip pada Sabtu (24/1). “Penting bagi kami untuk bisa mengakses pemain-pemain kami dari Eropa, yang mampu menghadirkan tampilan, sensasi, dan standar permainan yang berbeda.”
Tiket Presale Tandas! Bonek Kini Serbu Tiket Normal Persebaya Surabaya vs Dewa United, GBT Siap Membara!
Di sisi lain, Herdman juga tidak memandang sebelah mata pemain yang memilih berkompetisi di dalam negeri. Menurutnya, hal ini justru menawarkan keuntungan unik, terutama bagi pemain yang lahir dan besar di Eropa. “Sangat penting bagi para pemain untuk terbiasa dengan kondisi di sini,” jelasnya. “Kondisi di Indonesia ini sangatlah unik, mulai dari suhu panas hingga tingkat kelembapannya. Bagi pemain Eropa, berlatih secara konsisten di lingkungan seperti ini adalah esensial.” Herdman menambahkan bahwa kemampuan mereka untuk membangun toleransi fisik dari minggu ke minggu akan secara signifikan memperkuat tim dan menambah kedalaman skuad, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Timnas Indonesia.
Debut di Persija Jakarta, Fajar Fathurrahman Ungkap Instruksi dari Mauricio Souza: Tampil Percaya Diri!
Dengan demikian, Herdman tidak terlalu mempermasalahkan di mana pun para pemain diaspora Timnas Indonesia berkarier, baik di kancah domestik maupun internasional. Baginya, esensi utamanya adalah performa dan perkembangan individual mereka. Selama para pemain tersebut mampu menunjukkan penampilan terbaik dan terus berkembang, kontribusi mereka untuk membela panji Garuda akan selalu disambut baik.
