Sosok Capt Andy sang pilot pesawat ATR: Ramah, kerap bergaul dengan warga

Jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK THT membawa duka tidak hanya bagi keluarga, namun juga warga sekitar rumahnya di Perum PWS Blok AI 36, RT 06/03, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Advertisements

Sang pilot, Capt Andy Dahananto (52 tahun), dikenal sebagai sosok yang ramah, berwibawa, dan sering bergaul dengan warga sekitar, meskipun sibuk berdinas.

“Pak Andy sudah lama tinggal di sini, lebih dari 30 tahun. Ramah dan baik dalam bergaul dengan warga, meskipun jarang di rumah karena tugas sebagai pilot. Kalau sedang di rumah, Pak Andy suka ikut kegiatan warga. Makanya kami kaget dan berduka atas kejadian ini,” kata Ketua RT 07, Fransiskus, Senin (19/1).

Ketua RT 07, Fransiskus, mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa salah satu warganya menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR tersebut pada Jumat (16/1) sore.

Advertisements

“Saya dapat informasi dari warga kalau Pak Andy menjadi korban pesawat yang hilang kontak. Waktu itu saya sempat konfirmasi ke keluarga, namun pihak keluarga juga masih mencari informasinya. Sampai akhirnya dibenarkan kalau Pak Andy ini menjadi korban pesawat yang hilang kontak dan jatuh di Maros,” katanya.

Keluarga Berangkat ke Makassar

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, keluarga Capt Andy, terutama istri dan anak pertamanya, telah berangkat menuju Makassar.

“Untuk kondisi keluarga, saya lihat mereka tegar dan sejauh ini terus kami pantau. Informasi terkini, istri dan anak pertama Pak Andy tadi pagi berangkat ke Makassar. Sepertinya dihubungi oleh pihak maskapai,” ungkapnya.

Advertisements