Starlink Polri: Bantu Korban Banjir Sumatera, Koneksi Internet Pulih!

MARKAS Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengambil langkah cepat dengan mengirimkan delapan perangkat internet satelit Starlink ke wilayah-wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman ini dilakukan menyusul terputusnya akses internet di sejumlah daerah setelah diterjang banjir bandang dan longsor, yang sangat menghambat komunikasi dan upaya penanganan darurat.

Advertisements

Dari total delapan unit Starlink yang dikirim, dua unit dialokasikan untuk Aceh, empat unit untuk Sumatera Utara, dan dua unit lainnya untuk Sumatera Barat. Pemasangan perangkat ini segera memberikan dampak positif, seperti yang dilaporkan oleh Polda Aceh, di mana masyarakat di wilayah terdampak kini kembali bisa menghubungi keluarga mereka setelah empat hari terisolasi tanpa sinyal internet.

“Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Polda Aceh yang dipimpin oleh Ipda Edi Amran, dalam keterangan resminya pada Ahad, 30 November 2025. Respons positif ini menunjukkan betapa krusialnya konektivitas di tengah krisis.

Gangguan jaringan internet hanyalah salah satu dari sekian banyak dampak parah akibat bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka kematian dan orang hilang hingga Sabtu, 29 November 2025, telah mencapai ratusan jiwa, menggarisbawahi skala tragedi kemanusiaan ini.

Advertisements

Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto menyampaikan pembaruan informasi terkini melalui konferensi pers daring yang disiarkan kanal YouTube BNPB pada Ahad, 30 November 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 166 jiwa.

Menurut Suharyanto, tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) telah berhasil menemukan 60 jenazah dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Namun, proses pencarian masih terus diintensifkan mengingat banyaknya korban yang belum ditemukan. Di Sumatera Utara, tercatat 143 jiwa masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Situasi serupa juga terjadi di provinsi lain yang terdampak. Di Aceh, data menunjukkan 54 korban meninggal dan 55 orang lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, di Sumatera Barat, 94 jiwa dilaporkan meninggal dunia, dengan 87 orang masih hilang dan terus dicari oleh tim SAR gabungan.

Selain korban jiwa, bencana ini juga melumpuhkan akses jalur darat di berbagai titik, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Mereka kini sangat bergantung pada bantuan logistik yang diharapkan segera tiba di lokasi-lokasi pengungsian.

Merespons situasi darurat ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengerahkan bantuan besar-besaran, baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan kemanusiaan diangkut menggunakan tiga pesawat Hercules C130 dan satu pesawat A400, menunjukkan komitmen pemerintah dalam percepatan penanganan bencana.

Lebih lanjut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang selama ini menjalankan program Makan Bergizi Gratis, telah difungsikan sebagai dapur umum darurat untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak terpenuhi. Beberapa SPPG yang beroperasi sebagai dapur umum di antaranya adalah SPPG Daulat Lae-Langge, SPPG Cengkeh Turi Binjai Utara, dan SPPG Subulussalam.

Pemerintah juga melengkapi upaya penanganan dengan menyediakan beragam fasilitas penting, termasuk perahu karet untuk evakuasi, tenda pengungsian, perangkat genset sebagai sumber listrik darurat, serta alat komunikasi canggih untuk memfasilitasi koordinasi di lapangan.

Untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor, pemerintah pusat telah mengirimkan total 11 helikopter dari Jakarta menuju provinsi-provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi pengerahan armada udara ini. “Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” tulis Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 29 November 2025, menegaskan keseriusan pemerintah dalam upaya penyelamatan dan pemulihan.

Sultan Abdurrahman dan Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Mengapa Indonesia Paling Parah Terkena Badai Siklon Tropis Senyar

Ringkasan

Polri telah mengirimkan delapan perangkat internet satelit Starlink ke wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memulihkan akses komunikasi yang terputus. Pemasangan perangkat ini berhasil mengembalikan koneksi internet, memungkinkan warga di daerah terisolasi untuk kembali menghubungi keluarga mereka. Inisiatif ini sangat membantu di tengah krisis yang menghambat penanganan darurat.

Bencana banjir dan longsor ini menyebabkan ratusan korban jiwa dan orang hilang di ketiga provinsi tersebut, serta melumpuhkan akses darat dan membuat ribuan warga mengungsi. Pemerintah pusat telah merespons dengan mengerahkan bantuan besar-besaran, termasuk logistik via pesawat, dapur umum darurat, serta fasilitas seperti perahu karet dan genset. Sebanyak 11 helikopter juga dikirimkan untuk mempercepat penanganan dan evakuasi di lokasi bencana.

Advertisements