The housemaid: Teror di dalam rumah mewah

Ada yang patut dicurigai dari hal-hal yang tampak sempurna dari luar. Premis itulah yang terasa sejak awal The Housemaid bergulir. Rumah keluarga Winchester tampil sebagai gambaran ideal kehidupan kelas atas Amerika yang megah, hangat, dan tertata rapi. Namun sejak menit pembuka, film ini seperti memberi isyarat kalau kesempurnaan tersebut menyimpan sesuatu yang keliru. Mulai tayang pada 31 Desember lalu, The Housemaid sama sekali tidak hadir sebagai tontonan penutup tahun yang ringan dan menghibur. Sebaliknya, film ini menawarkan ketegangan yang perlahan mengendap.

Advertisements

Diadaptasi dari novel laris karya Freida McFadden terbitan 2022, The Housemaid disutradarai Paul Feig, nama yang selama ini lebih dikenal lewat film-film komedi. Dalam proyek terbarunya ini, Feig justru memilih pendekatan sebaliknya. Ia tidak menyuguhkan kejutan sejak awal, melainkan membangun ketegangan pelan-pelan dan bertahap. Rasa tidak nyaman ditanamkan perlahan, membuat penonton menyadari ada yang tidak beres tanpa pernah benar-benar diberi kepastian soal masalah yang sebenarnya.

Feig membuka cerita melalui sosok Millie Calloway (Sydney Sweeney), perempuan muda yang baru keluar dari penjara dan hidup menggelandang tanpa rumah. Ia tinggal di mobil tua, membawa masa lalu yang membuatnya sulit dipercaya. Tawaran pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga keluarga Winchester muncul sebagai satu-satunya peluang untuk memulai hidup baru.

Kedatangan Millie ke rumah Winchester memberi harapan akan perubahan nasib. Rumah besar, majikan kaya, dan kehidupan kelas atas yang tampak stabil terasa sangat kontras dengan kehidupan yang selama ini Millie jalani. Demi mendapatkan pekerjaan itu, Millie berupaya meyakinkan Nina Winchester (Amanda Seyfried), bahkan harus membangun profil palsu agar terlihat layak bekerja di rumah mewah tersebut.

Advertisements

Keanehan mulai muncul ketika Nina akhirnya mempekerjakan Millie. Nina meminta Millie tinggal di rumah dan tidur di kamar loteng yang terkunci dari luar. Tidak butuh waktu lama bagi Millie untuk menyadari ada keganjilan di rumah dan keluarga yang semula terlihat baik-baik saja. Pekerjaan domestik yang tampak sederhana perlahan berubah menjadi arena yang mengusik psikologisnya.

Sydney Sweeney dan Amanda Seyfried dalam film The Housemaid. Dok: Lionsgate

Nina, sang nyonya rumah, menunjukkan sisi yang kian sulit dipahami. Sosok yang awalnya hangat dan ramah bisa berubah menjadi manipulatif, emosional, dan tidak stabil. Lalu kembali tenang. Millie pun harus menjalani rentetan ujian kesabaran dan kewarasan. Sydney Sweeney memainkan Millie sebagai perempuan yang tampak polos di permukaan, tetapi sesungguhnya terus waspada, walau ternyata kewaspadaannya itu tidak tepat sasaran.

Melalui sudut pandang Millie, penonton diajak mengamati keluarga Winchester dan perlahan memahami motif Andrew Winchester (Brandon Sklenar). Feig menyusun cerita secara berlapis, memainkan kepercayaan penonton terhadap setiap tokoh. Ia menciptakan kondisi di mana batas antara korban dan pelaku menjadi kabur, karena semua karakter menyimpan sesuatu.

Kisah film ini pada dasarnya bertumpu pada tiga tokoh utama: Millie, Nina, dan Andrew. Ketika Nina kerap tampil kacau dan sulit diprediksi, Andrew justru hadir sebagai sosok penenang yang tampak penuh empati. Ia digambarkan sebagai pria kaya tanpa cela yang terlihat, bahkan oleh lingkungan sekitarnya. Para tetangga menganggap Andrew terlalu baik untuk Nina, dan kesan itulah yang juga diarahkan kepada penonton. Persepsi tersebut bertahan cukup lama, nyaris hingga paruh pertama film, ketika cerita sempat terasa bergerak ke arah narasi klise tentang seorang pembantu yang perlahan mencuri simpati majikannya. Namun sekali lagi, film ini mengingatkan bahwa sesuatu yang tampak nyaris sempurna patut dicurigai.

Selain membangun kekuatan lewat karakter, Feig secara sadar memanfaatkan ruang sebagai elemen penting penceritaan. Ia tidak menjadikan rumah keluarga Winchester sekadar latar, melainkan bagian aktif dari narasi. Detail seperti tangga spiral megah, lorong-lorong simetris, interior terang, dan palet warna bersih menciptakan kesan keteraturan yang justru menegaskan hierarki dan relasi kuasa. Alih-alih menghadirkan rasa aman, rumah tersebut tampil sebagai ruang yang menekan, seolah tidak menyediakan celah untuk bersembunyi atau menyelamatkan diri.

Sebagai karya adaptasi, The Housemaid juga mengambil langkah penutup yang berbeda dari novelnya. Jika versi buku membangun ketegangan secara perlahan dan mengendap, film memilih merangkainya dalam momen-momen yang bergerak lebih cepat dan kuat secara visual. Perbedaan ini menegaskan bahwa perubahan medium menuntut strategi penceritaan yang berbeda, tanpa harus menepikan pesan utama yang ingin disampaikan.

THE HOUSEMAID

Genre: drama, thriller

Sutradara: Paul Feig

Aktor: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar, Michele Morrone, Ellen Tamaki, Megan Ferguson, Brian D. Cohen, Indiana Elle, Amanda Joy Erickson

Penulis: Rebecca Sonnenshine, Freida McFaddenProduser Carly Kleinbart, Paul Feig, Todd LiebermanProduksi: Lionsgate

Advertisements