
Tim nasional bola basket 3×3 putri Indonesia sukses menorehkan sejarah gemilang dengan meraih medali emas pada perhelatan SEA Games 2025 Thailand. Prestasi membanggakan ini diraih setelah timnas putri menunjukkan performa sempurna sejak babak penyisihan Grup A yang dimulai pada Rabu, 10 Desember 2025. Perjalanan mereka diawali dengan kemenangan meyakinkan 21-15 atas Filipina, diikuti dominasi mutlak 19-10 saat menundukkan Malaysia.
Keberhasilan mengamankan dua kemenangan awal tersebut mengukuhkan posisi timnas 3×3 putri sebagai juara grup, sekaligus mengantar mereka mulus ke babak semifinal. Di babak empat besar yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember, di Nimibutr Stadium, Bangkok, skuad tangguh yang diperkuat oleh Evelyn Fiyo, Kimberley Pierre-Louis, Agustin Gradita Retong, dan Ayu Sriartha Kusuma Dewi ini dihadapkan pada tantangan dari Vietnam.
Melalui pertarungan sengit, Vietnam akhirnya berhasil ditaklukkan dengan skor tipis 20-18, memastikan Evelyn dan kawan-kawan melangkah ke partai puncak. Puncaknya, di laga final, timnas 3×3 putri Indonesia di bawah asuhan pelatih Fandi Andika Ramadhani kembali memamerkan mental juara dan ketangguhan mereka dengan menundukkan tuan rumah Thailand, juga dengan skor ketat 20-18, dalam sebuah pertandingan yang mendebarkan.
Kemenangan dramatis atas Thailand ini secara resmi mengamankan medali emas perdana bagi timnas 3×3 putri Indonesia, sebuah pencapaian tertinggi dalam sejarah partisipasi mereka di SEA Games. Menanggapi keberhasilan bersejarah ini, Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, dalam keterangan tertulis pada Kamis, 11 Desember 2025, menyampaikan kebanggaannya: “Ini adalah sejarah baru bagi dunia bola basket kita. Untuk pertama kalinya, 3×3 putri berhasil meraih medali emas sejak cabang ini dipertandingkan di SEA Games.”
Rasa bangga yang sama turut diungkapkan oleh Manajer timnas 3×3 Indonesia, John Nawawi. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini terasa begitu istimewa, mengingat dalam dua edisi SEA Games sebelumnya, timnas 3×3 putri selalu kandas di semifinal dan hanya mampu membawa pulang medali perunggu. “Ini adalah emas pertama dalam sejarah 3×3 putri Indonesia. Saya sangat bangga atas perjuangan dan dedikasi atlet serta seluruh jajaran staf pelatih kita,” tuturnya. “Perjuangan mereka tidaklah mudah. Dua SEA Games berturut-turut kita sempat ‘terpeleset’ di semifinal, namun kali ini, kesempatan tidak disia-siakan. Seperti kata pepatah, ‘third time’s a charm’.”
John Nawawi optimis bahwa raihan medali emas ini akan menjadi momentum dan dorongan besar bagi perkembangan bola basket 3×3 Indonesia ke depannya. “Medali emas ini bukan hanya sebuah prestasi, melainkan juga harapan besar bagi tim putri 3×3 kita untuk terus melaju ke level yang lebih tinggi lagi. Semoga ini menjadi awal dari deretan medali emas berikutnya bagi Indonesia,” pungkasnya penuh harap.
Pilihan Editor: SEA Games, antara Prestasi dan Regenerasi
Pilihan Editor: Raja Sapta Oktohari: Olahraga Itu soal Proses, Bukan Hasil
Ringkasan
Tim nasional bola basket 3×3 putri Indonesia sukses menorehkan sejarah dengan meraih medali emas pada SEA Games 2025 Thailand. Mereka menunjukkan performa sempurna sejak babak penyisihan, mengalahkan Filipina dan Malaysia. Setelah menaklukkan Vietnam 20-18 di semifinal, tim yang diperkuat Evelyn Fiyo dan kawan-kawan ini mengamankan emas dengan menundukkan tuan rumah Thailand 20-18 di final.
Pencapaian ini menjadi medali emas perdana bagi timnas 3×3 putri Indonesia sepanjang sejarah partisipasi di SEA Games. Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, dan Manajer timnas, John Nawawi, menyatakan kebanggaan atas raihan bersejarah tersebut. Mereka berharap medali emas ini akan menjadi momentum dan dorongan besar bagi perkembangan bola basket 3×3 Indonesia ke depannya.
