Top 3 dunia: AS akan rebut Greenland, Iran kecam AS-Israel

BERITA Top 3 Dunia pada Rabu 7 Januari 2026 diawali oleh Gedung Putih membuka opsi menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland.

Advertisements

Sementara di urutan kedua, panglima militer Iran memperingatkan pada Rabu, 7 Januari 2026 bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan dirinya diancam oleh kekuatan luar. Peringatan itu disampaikan setelah Amerika Serikat dan Israel mendukung protes anti-pemerintah.

Adapun di urutan ketiga, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa setiap upaya Amerika Serikat untuk merebut Greenland dengan kekuatan militer akan mengakhiri NATO dan meruntuhkan sistem keamanan yang telah bertahan sejak Perang Dunia II. Peringatan itu disampaikan menyusul kembali munculnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan minatnya untuk menguasai wilayah Arktik tersebut.

Berikut berita Top 3 Dunia selengkapnya.

Advertisements

1. AS Buka Opsi Kerahkan Militer untuk Rebut Greenland

GEDUNG Putih membuka opsi menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland. Sementara para pemimpin di Eropa dan Kanada bersatu mendukung wilayah Arktik tersebut, dengan mengatakan bahwa pulau itu milik rakyatnya.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 6 Januari 2026, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump memandang akuisisi Greenland, yang merupakan bagian dari Denmark, sebagai prioritas keamanan nasional. Greenland ingin diakuisisi untuk menghalangi musuh AS di wilayah Arktik.

Upaya apa pun oleh AS untuk merebut Greenland dari Denmark yang merupakan sekutu NATO, akan menimbulkan guncangan hebat dalam aliansi tersebut. Upaya ini akan memperdalam jurang pemisah antara Trump dan para pemimpin Eropa.

Baca berita selengkapnya di sini

2. Iran Balas Ancaman Trump – Netanyahu, Minta Tak Ikut Campur

PANGLIMA militer Iran memperingatkan pada Rabu, 7 Januari 2026 bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan dirinya diancam oleh kekuatan luar. Peringatan itu disampaikan setelah Amerika Serikat dan Israel mendukung protes anti-pemerintah.

“Republik Islam Iran menganggap peningkatan retorika permusuhan terhadap bangsa Iran sebagai ancaman dan tidak akan mentolerir kelanjutannya tanpa memberikan tanggapan,” kata Jenderal Amir Hatami, menurut kantor berita Fars yang dilansir dari Al Arabiya. Hatami, komandan tentara Iran tetapi bukan perwira paling senior di Iran, memperingatkan bahwa “jika musuh melakukan kesalahan” tanggapan Iran akan lebih keras dibandingkan perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan campur tangan di Iran jika demonstran terbunuh. Hal senada diungkapkan PM Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyatakan dukungan untuk protes tersebut.

Baca berita selengkapnya di sini

3. PM Denmark: Serangan AS ke Greenland Akan Akhiri NATO

PERDANA Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa setiap upaya Amerika Serikat untuk merebut Greenland dengan kekuatan militer akan mengakhiri NATO dan meruntuhkan sistem keamanan yang telah bertahan sejak Perang Dunia II. Peringatan itu disampaikan menyusul kembali munculnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan minatnya untuk menguasai wilayah Arktik tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera, Frederiksen menyampaikan pernyataan itu pada Senin, 5 Januari, setelah Trump kembali melontarkan wacana agar Greenland berada di bawah kendali langsung Amerika Serikat. Adapun Greenland merupakan wilayah semiotonom Kerajaan Denmark dan secara otomatis menjadi bagian dari NATO.

“Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti,” kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark, TV2. “Itu termasuk NATO dan dengan demikian sistem keamanan yang telah diberikan sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua,” ujarnya menambahkan.

Baca berita selengkapnya di sini

AL JAZEERA | AL ARABIYA | EURONEWS

Advertisements